Jakarta Dinobatkan sebagai Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara

- Selasa, 07 April 2026 | 21:30 WIB
Jakarta Dinobatkan sebagai Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara
Prestasi Keamanan Jakarta

Jakarta baru saja meraih pencapaian yang patut dibanggakan. Menurut laporan Global Residence Index, kota ini dinobatkan sebagai kota teraman kedua se-Asia Tenggara untuk tahun 2026. Kabar baik ini tentu saja disambut hangat oleh jajaran kepolisian setempat.

Dengan skor keamanan 0,72, posisi Jakarta ternyata lebih tinggi dibandingkan Bangkok, Kuala Lumpur, atau Manila. Hanya Singapura yang masih berada satu tingkat di atasnya. Ini jelas bukan prestasi yang kecil, mengingat kompleksitas tantangan di ibu kota.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, langsung memberikan tanggapan. Di Jakarta, Selasa (7/4/2026), ia mengakui capaian ini sekaligus mengingatkan agar semua pihak tidak lengah.

"Prestasi ini adalah hasil nyata dari komitmen kolektif kita semua. Namun, predikat ini tidak boleh membuat kita lengah. Justru, ini menjadi motivasi untuk semakin memperkuat program 'Jaga Jakarta' agar stabilitas keamanan ini terus terjaga dan berkelanjutan," ujar Irjen Asep.

Menurutnya, gelar 'aman' itu justru harus jadi pelecut semangat. Ia pun langsung menggelar rapat dan memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran, dari tingkat Polres hingga Polsek.

"Saya instruksikan kepada seluruh jajaran, jangan cepat berpuas diri. Perkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Keamanan yang kita capai hari ini harus dijaga dengan kolaborasi yang lebih erat, lebih terukur, dan lebih terkoordinasi di lapangan," tegasnya.

Ia menekankan bahwa pendekatan keamanan tak boleh statis. Semua harus dinamis, dengan melibatkan kolaborasi lintas sektoral. Mulai dari Pemprov DKI dan TNI, hingga stakeholder lain dan tentunya, masyarakat luas.

Jenderal bintang dua ini punya harapan khusus. Ia ingin setiap personelnya menjadi motor penggerak komunikasi antarwarga. Tujuannya jelas: meredam potensi konflik sedini mungkin, sebelum masalah membesar.

"Pastikan setiap personel bergerak dalam satu frekuensi dan satu komando. Sinergi dengan ormas, mitra keamanan, hingga tokoh masyarakat harus ditingkatkan," tambah Irjen Asep.

Pada akhirnya, pesannya sederhana tapi mendalam. Kehadiran aparat bukan sekadar untuk mengamankan situasi, melainkan untuk memastikan rasa aman itu benar-benar meresap. Sampai ke sudut-sudut terkecil kota, hingga tingkat RT dan RW.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar