Di tengah situasi Timur Tengah yang memanas, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal Abdullah Al Amoudi, memberikan penjelasan tentang persiapan haji. Pertemuan dengan pihak Kementerian Agama di Jakarta Pusat, Selasa lalu, menjadi momen bagi sang duta besar untuk menyampaikan kondisi terbaru dari tanah suci.
Faisal memulai dengan nada tenang. "Berkaitan dengan peristiwa yang terjadi saat ini di kawasan, alhamdulillah kerajaan Arab Saudi sampai saat ini dalam keadaan aman dan damai," ujarnya.
Pernyataan itu sekaligus menepis kekhawatiran banyak pihak. Ia ingin memastikan bahwa keamanan jamaah haji adalah prioritas utama.
Lalu, bagaimana dengan isu bahan bakar? Faisal mengakui, stok BBM di Arab Saudi sendiri sebenarnya aman. Tidak ada masalah pasokan di dalam negeri. Namun begitu, ia tak menampik bahwa gelombang efek perang telah menyebar jauh lebih luas.
"Kita di kerajaan Arab Saudi alhamdulillah berkaitan dengan BBM kita aman," katanya. Tapi kemudian ia melanjutkan dengan nada lebih serius, "Namun demikian kita juga tidak menginginkan bahwa dampak-dampak ini akan dirasakan oleh negara-negara lain. Peperangan ini telah berdampak secara signifikan terhadap keamanan energi, keamanan supply chain, dan lain sebagainya."
Dampak nyatanya? Harga. Faisal menyebut, dalam kurun kurang dari seminggu, harga minyak dunia melonjak drastis hingga 65 persen. Kenaikan gila-gilaan ini, mau tak mau, berimbas langsung pada biaya operasional haji.
"Kenaikan ini tentu berdampak langsung," jelasnya. "Naiknya avtur, otomatis berpengaruh pada harga tiket pesawat untuk jamaah."
Di sisi lain, Faisal menegaskan komitmennya. Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta akan terus bekerja sama erat dengan pemerintah Indonesia. Koordinasi intens dijalankan untuk mengantisipasi segala kemungkinan.
"Kami di Kedutaan tentu senantiasa terus melakukan upaya-upaya kami," tegas Faisal. "Kita akan siap memberikan support dan bantuannya demi terlaksananya ibadah haji ini dengan baik dan lancar."
Pesan akhirnya jelas: meski tantangan ekonomi muncul akibat gejolak global, pihaknya berupaya maksimal agar ritual haji tetap berjalan semestinya. Itu janji yang coba ditepati.
Artikel Terkait
Menteri LH Serukan Aksi Nyata Atasi Krisis Iklim, Pemilahan Sampah Jadi Kunci
Universitas Darunnajah Gelar Konferensi Internasional Pesantren, Dorong Wakaf Produktif untuk Kemandirian Pendidikan dan Sains
Pendaki Nekat Lewat Jalur Ilegal Semeru, Satu Terjun ke Jurang 800 Meter
Mobil Terbakar di Jalan Sholeh Iskandar Bogor, Kerugian Capai Rp200 Juta