Jusuf Kalla Bantah Keras Tudingan Dalangi Isu Ijazah Jokowi

- Minggu, 05 April 2026 | 19:30 WIB
Jusuf Kalla Bantah Keras Tudingan Dalangi Isu Ijazah Jokowi

Dari kediamannya yang tenang di kawasan Brawijaya, Jakarta Selatan, Jusuf Kalla tampil dengan nada tegas. Mantan Wakil Presiden dua periode itu secara keras membantah keterlibatannya dalam sebuah kasus yang kembali mencuat: tudingan soal ijazah Presiden Joko Widodo.

Bantahan ini dilontarkan JK menanggapi pemberitaan yang mengutip pernyataan Rismon Hasiholan Sianipar. Rismon disebut-sebut menyatakan bahwa JK adalah dalang, yang mendanai Roy Suryo dan kawan-kawan dengan dana fantastis, Rp5 miliar, untuk mempersoalkan ijazah Jokowi.

"Saya katakan itu pasti dan yakin tidak benar," tegas JK dalam konferensi pers yang digelar Minggu siang (5/4/2026).

Suaranya terdengar datar namun penuh keyakinan.

Dia tak hanya menyangkal soal dana. JK mengaku bahkan tidak mengenal sosok Rismon sama sekali. Pertemuan? Itu hal yang mustahil baginya. Soal Roy Suryo, ia mengakui sekadar tahu karena Roy pernah menduduki posisi menteri. "Ya kalau memang begitu ya di mana dan kapan?" tanyanya retoris, menantang klaim yang ia anggap tak berdasar.

Menurutnya, cara-cara seperti itu bukanlah gayanya. Bermain di belakang layar, menyuruh orang lain untuk menyerang, apalagi memakai isu sensitif seperti ijazah itu semua jauh dari karakternya. Apa yang diungkapkan Rismon, dalam pandangannya, bukan sekadar tidak akurat. Itu bohong dan beraroma fitnah.

"Kalau bicara, bicaralah yang benar," ujar JK dengan nada sedikit geram.

"Masa pakai orang, eh kau ijazah itu, enggak, bukan sifat saya itu. Ini uang, kritik orang itu, enggak pernah saya. Haram untuk saya berbuat seperti itu," pungkasnya menegaskan.

Pernyataan terakhirnya itu seperti menutup percakapan dengan satu ketegasan yang tak terbantahkan. Ia menolak seluruh narasi yang dibangun, sekaligus menegaskan prinsip yang dipegangnya selama ini.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar