Suasana di Desa Kajai, Pariaman Timur, Minggu lalu, terasa berbeda. Kerumunan warga menyaksikan Wakil Ketua Komisi VI DPR, Andre Rosiade, menekan sebuah tombol simbolis. Saat itulah, Base Transceiver Station (BTS) Telkomsel resmi beroperasi, mengakhiri bertahun-tahun koneksi yang putus-nyambung atau lebih sering, sama sekali blank.
Acara peresmian itu dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci. Tampak hadir Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dan Manajer Network Operations Productivity Telkomsel Bukittinggi, Surya Firdaus. Mereka berdiri berdampingan dengan jajaran pemerintah daerah dan para sesepuh desa, menandai sebuah kolaborasi yang akhirnya terwujud.
Andre Rosiade menegaskan, proyek ini buah dari kerja sama DPR RI, Pemkot Pariaman, dan BUMN lewat Telkomsel. Menurutnya, sinergi semacam ini penting untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini seperti terisolasi secara digital.
Bagi Andre, kehadiran BTS ini bukan cuma soal bisa nelpon atau chat. Ini soal membuka pintu. Akses pendidikan yang lebih luas, layanan pemerintahan yang lebih mudah dijangkau, dan tentu saja, peluang ekonomi digital untuk warga. Ia mendorong pelajar dan para pelaku UMKM setempat untuk memanfaatkannya sebaik mungkin. "Produk lokal bisa go digital, bahkan go international," tambahnya.
Namun begitu, perjuangan menghapus blank spot di Pariaman belum usai. Andre memastikan, dalam waktu dekat, satu BTS lagi akan menyusul di Desa Sungai Rambai. Targetnya jelas: pemerataan koneksi untuk semua.
Artikel Terkait
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang Capai 163 Unit, Fasilitas Penunjang Segera Rampung
Aturan IGRS Kominfo Picu Kekhawatiran Blokir Game dan Hambat Industri
Truk Gandeng Tabrak Pikap di Demak, Satu Orang Tewas Tertabrak
Banjir di Demak Surut, Satu Anak Tewas dan Perbaikan Tanggul Digenjot