Mendagri Tito Pimpin Penugasan 768 Praja IPDN untuk Pemulihan Aceh Tamiang

- Minggu, 05 April 2026 | 08:30 WIB
Mendagri Tito Pimpin Penugasan 768 Praja IPDN untuk Pemulihan Aceh Tamiang

768 Praja IPDN Diterjunkan ke Aceh Tamiang, Tito Pimpin Langsung Pemulihan Pascabencana

ACEH TAMIANG – Upaya percepatan pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang mendapat suntikan tenaga baru. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, yang juga memimpin Satgas PRR Pusat, secara langsung memimpin apel dan memberangkatkan 768 praja IPDN Gelombang 3 untuk misi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Ditemani Kepala Pos Wilayah (Kaposwil) Safrizal ZA, Tito turun ke lapangan. Ia meninjau sejumlah titik operasi dan tak lupa menyerahkan bantuan secara simbolis. Bantuan itu ditujukan bagi warga Desa Lubuk Sidup, yang meliputi 185 kepala keluarga, dan juga warga Desa Sekumur yang terdiri dari 276 KK.

“Kehadiran kami di Aceh Tamiang hari ini untuk memastikan bahwa negara hadir di tengah masyarakat,” tegas Tito Karnavian, Minggu (5/4/2026).

Ia menegaskan, tujuan utama pemerintah pusat adalah memenuhi kebutuhan dasar warga. Di sisi lain, upaya rehabilitasi infrastruktur yang rusak juga harus dipercepat.

“Sebagai Kepala Satgas PRR Pusat, saya ingin memastikan bantuan darurat dan perlengkapan ibadah tersalurkan, sembari kita membangun infrastruktur jangka panjang seperti sumur bor ini," tandasnya.

Menurut sejumlah saksi, langkah ini disambut baik oleh warga yang masih berjuang memulihkan kehidupan. Di lapangan, bantuan yang disalurkan terbilang komprehensif. Ada 1.000 paket peralatan dapur, 100 unit torent air, 400 paket sembako, plus 200 paket perlengkapan ibadah.

Kaposwil Safrizal kemudian memberi penjelasan. Seribu paket dapur itu, katanya, adalah bagian dari Paket Hidup Dasar. Tujuannya sederhana: memberi kemandirian pangan bagi keluarga-keluarga terdampak.

"Kita sudah melihat dan mendengar langsung aspirasi masyarakat. Bapak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa kita (pemerintah) akan selalu hadir mengawal percepatan rehab rekon untuk masyarakat,” ujarnya.

Namun begitu, persoalan mendesak lain adalah air bersih dan sanitasi. Untuk itulah, pembangunan sumur bor digadang-gadang sebagai solusi permanen.

“Khususnya untuk penyediaan air bersih kita akan langsung bangun sumur bor di lokasi (Lubuk Sidup dan Sekumur)," tutup Safrizal.

Dengan diterjunkannya ratusan praja IPDN ini, harapannya proses pemulihan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Kehadiran Tito di lapian seolah menjadi penegas bahwa isu ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar