Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir dan Hibur Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

- Sabtu, 04 April 2026 | 20:15 WIB
Presiden Prabowo Beri Penghormatan Terakhir dan Hibur Keluarga Prajurit TNI Gugur di Lebanon

Suasana haru masih terasa kental di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu petang lalu. Di tengah prosesi takziah, Presiden Prabowo Subianto mendekati seorang ibu yang tengah duduk, menggendong bayinya yang terus menangis. Itulah istri dari Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, salah satu prajurit yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.

Presiden lalu membungkuk. Dengan lembut, ia mengusap kepala bayi itu sebelum menciumnya. Momen singkat itu tertangkap jelas, sebuah gestur yang penuh empati di tengah duka yang mendalam. Tak lama, ia pun menyampaikan kata-kata penguatan kepada sang istri dan ibu almarhum yang berdiri di dekatnya.

Kedatangan Presiden didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Mereka hadir untuk memberi penghormatan terakhir. Satu per satu, keluarga dari ketiga prajurit yang gugur itu didatangi. Pada setiap pelukan dan jabat tangan, Presiden menyampaikan belasungkawa yang tulus. Upayanya untuk menghibur keluarga yang berduka tampak sangat personal.

Sebelumnya, Prabowo telah menemui keluarga Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon dan Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar. Kondisi mereka tak jauh berbeda. Para istri masih tak kuasa menahan tangis saat berbicara, sementara ibu dari masing-masing prajurit dengan setia mendampingi di sisi peti jenazah yang terbungkus bendera Merah Putih.

Usai berbincang, Presiden lalu berdiri tegak. Ia memberikan penghormatan militer di hadapan foto ketiga prajurit yang disemayamkan. Rasa haru pun memuncak ketika keluarga inti diperkenankan mendekat, memeluk peti jenazah orang yang mereka cintai untuk kali terakhir.

Ketiga prajurit TNI itu Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon gugur saat menjalankan tugas mulia. Mereka adalah bagian dari pasukan perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Tugas mereka berat: menjaga stabilitas dan perdamaian di tanah jauh, Lebanon, demi mandat yang diemban negara.

Prosesi di bandara itu mungkin hanya sebentar. Tapi kesedihan yang tertinggal, dan penghormatan yang diberikan, akan dikenang jauh lebih lama.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar