Suasana haru masih terasa kental di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu petang lalu. Di tengah prosesi takziah, Presiden Prabowo Subianto mendekati seorang ibu yang tengah duduk, menggendong bayinya yang terus menangis. Itulah istri dari Sersan Kepala Anumerta Muhammad Nur Ichwan, salah satu prajurit yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Presiden lalu membungkuk. Dengan lembut, ia mengusap kepala bayi itu sebelum menciumnya. Momen singkat itu tertangkap jelas, sebuah gestur yang penuh empati di tengah duka yang mendalam. Tak lama, ia pun menyampaikan kata-kata penguatan kepada sang istri dan ibu almarhum yang berdiri di dekatnya.
Kedatangan Presiden didampingi oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Samsoeddin dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Mereka hadir untuk memberi penghormatan terakhir. Satu per satu, keluarga dari ketiga prajurit yang gugur itu didatangi. Pada setiap pelukan dan jabat tangan, Presiden menyampaikan belasungkawa yang tulus. Upayanya untuk menghibur keluarga yang berduka tampak sangat personal.
Sebelumnya, Prabowo telah menemui keluarga Kopral Dua Anumerta Farizal Rhomadhon dan Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar. Kondisi mereka tak jauh berbeda. Para istri masih tak kuasa menahan tangis saat berbicara, sementara ibu dari masing-masing prajurit dengan setia mendampingi di sisi peti jenazah yang terbungkus bendera Merah Putih.
Artikel Terkait
Survei Global Tunjuk Jepang sebagai Negara Paling Sopan di Dunia
Polri Kerahkan 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah untuk Jaga Stabilitas
AHY Serukan Kewaspadaan atas Dampak Konflik Global di Misa Paskah Jakarta
Empat Pekerja Tewas di Bak Penampungan Air Proyek Jagakarsa