Hari Jumat Agung, 3 April 2026, suasana di halaman Gereja Katedral Jakarta terasa berbeda. Bukan sekadar prosesi biasa, melainkan sebuah Jalan Salib Kreatif yang menyentuh hati. Pagi itu, sekitar pukul setengah sembilan, area latar gereja sudah mulai ramai oleh jemaat yang datang. Mereka memadati bangku-bangku yang tersedia, menanti pertunjukan yang mengangkat tema "Lux in Nihilo".
Menurut Susyana, Humas Katedral Jakarta, pementasan ini memang dirancang sebagai momen refleksi, terutama bagi kaum muda.
“Tema ini menggambarkan ajakan dari Orang Muda Katolik untuk keluar dari krisis makna, yakni perjalanan iman dari kegelapan menuju terang dan dari kehampaan menuju harapan,” ungkapnya pada Jumat itu.
Yang ditampilkan pun tak main-main. Sebuah drama teatrikal yang kaya, dipadukan dengan gerak tari dan alunan musik, langsung menyita perhatian. Para penonton menyaksikannya dengan khidmat. Suasana hening, terpecah hanya oleh dialog dan lagu yang mengalun. Namun begitu, momen paling mengharukan terjadi saat adegan penyaliban. Tak sedikit jemaat yang tak kuasa menahan air mata, terhanyut dalam kedalaman cerita yang dipentaskan.
Artikel Terkait
Denpasar Terapkan WFH untuk ASN Setiap Jumat Mulai April 2026
HNW Kecam UU Hukuman Mati Israel, Sebut Alat Diskriminasi Sistematis
Imam Katedral Jakarta Serukan Ketahanan Iman Kaum Muda di Tengah Krisis Global
Penumpang KA Sancaka Terluka Usai Lompat dari Kereta yang Melaju di Stasiun Klaten