Jalan Salib Kreatif di Katedral Jakarta Angkat Tema Lux in Nihilo, Libatkan 200 Anak Muda

- Jumat, 03 April 2026 | 13:30 WIB
Jalan Salib Kreatif di Katedral Jakarta Angkat Tema Lux in Nihilo, Libatkan 200 Anak Muda

Hari Jumat Agung, 3 April 2026, suasana di halaman Gereja Katedral Jakarta terasa berbeda. Bukan sekadar prosesi biasa, melainkan sebuah Jalan Salib Kreatif yang menyentuh hati. Pagi itu, sekitar pukul setengah sembilan, area latar gereja sudah mulai ramai oleh jemaat yang datang. Mereka memadati bangku-bangku yang tersedia, menanti pertunjukan yang mengangkat tema "Lux in Nihilo".

Menurut Susyana, Humas Katedral Jakarta, pementasan ini memang dirancang sebagai momen refleksi, terutama bagi kaum muda.

“Tema ini menggambarkan ajakan dari Orang Muda Katolik untuk keluar dari krisis makna, yakni perjalanan iman dari kegelapan menuju terang dan dari kehampaan menuju harapan,” ungkapnya pada Jumat itu.

Yang ditampilkan pun tak main-main. Sebuah drama teatrikal yang kaya, dipadukan dengan gerak tari dan alunan musik, langsung menyita perhatian. Para penonton menyaksikannya dengan khidmat. Suasana hening, terpecah hanya oleh dialog dan lagu yang mengalun. Namun begitu, momen paling mengharukan terjadi saat adegan penyaliban. Tak sedikit jemaat yang tak kuasa menahan air mata, terhanyut dalam kedalaman cerita yang dipentaskan.

Persiapan untuk momen sedemikian mengharukan ini ternyata tidak singkat. Romo Yohanes Deodatus mengungkapkan, persiapannya memakan waktu hingga lima bulan.

“Jalan Salib ini ditonjolkan bahwa manusia dalam penderitaan dan ketakutan bisa meninggalkan Tuhan, ini yang ingin menjadi pesan utama. Sejak akhir November mulai dilakukan casting. Persiapan selama lima bulan melibatkan hampir 200 anak muda,” jelas Romo Yohanes.

Proses casting yang melibatkan ratusan anak muda itu akhirnya membuahkan hasil. Pertunjukan berjalan lancar, disaksikan dengan penuh perhatian oleh ribuan umat yang hadir.

Di sisi lain, pihak gereja sendiri sudah menyiapkan tempat untuk ribuan jemaat. Kursi disediakan sekitar 5.000 buah. Sekitar 800 kursi ada di dalam gedung utama, sementara area Plaza Maria dan Gua Maria masing-masing bisa menampung sekitar 500 orang. Tampaknya, antusiasme masyarakat memang sudah diperhitungkan. Pagi Jumat Agung itu, Katedral bukan cuma tempat ibadah, tapi juga ruang seni dan refleksi yang hidup.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini