Pekerja Dibunuh dan Dimutilasi di Bekasi karena Tolak Ajakan Mencuri

- Kamis, 02 April 2026 | 07:45 WIB
Pekerja Dibunuh dan Dimutilasi di Bekasi karena Tolak Ajakan Mencuri

Bau menyengat dari freezer kios ayam geprek itulah yang membongkar semuanya. Pemilik kios, yang penasaran dengan sumber bau tak sedap itu, membuka freezer miliknya dan yang ia temukan membuatnya limbung. Bukan daging ayam, melainkan jasad seorang pria. Korban kemudian diketahui adalah AH (39), salah satu anak buahnya sendiri.

Kasus pembunuhan dan mutilasi di Serang Baru, Kabupaten Bekasi ini, ternyata melibatkan dua rekan kerja korban. Polisi dari Subdit Jatanras Polda Metro Jaya sudah menangkap keduanya, berinisial S dan DHS. Dari pengakuan mereka, motifnya sederhana tapi ngeri: AH dibunuh karena menolak diajak mencuri.

Rencana awalnya, S dan DHS ingin mencuri mobil bos mereka. Mereka mengajak AH untuk ikut serta, tapi ditolak mentah-mentah. Penolakan itulah yang berakhir tragis. Menurut sejumlah saksi, AH dikenal sebagai pekerja yang jujur. Rupanya, kejujurannya itu justru membawanya pada maut.

Setelah membunuh korban, kedua pelaku tak berhenti di situ. Mereka mengambil motor dan ponsel AH, lalu menjualnya. Polisi juga berhasil mengamankan seorang penadah yang membeli barang-barang curian tersebut.

Pembuangan Potongan Tubuh di Dua Lokasi

Kekejian berlanjut setelah pembunuhan. Untuk menyembunyikan bukti, pelaku memutilasi jasad AH. Potongan tubuhnya kemudian dibawa dan dibuang di tempat terpencil.

Kompol Andaru Rahutomo dari Polda Metro Jaya menjelaskan, “Beberapa potongan tubuh korban dibuang di sejumlah lokasi dan ditemukan di dua titik berbeda di wilayah Kabupaten Bogor.”

Tangan dan kaki korban ditemukan terpisah. Salah satu lokasi penemuannya adalah di sebuah kebun bambu, persis di pinggir Jalan Gunung Batu Puncak 2. Potongan-potongan mengenaskan itu terbungkus plastik warna merah, ditemukan pada suatu Minggu sore.

Cerita ini, meski sudah ditangani polisi, meninggalkan kesan mendalam. Sebuah perselisihan di tempat kerja yang berujung pada kekerasan ekstrem, dimulai dari ajakan mencuri yang ditolak. Kini, freezer yang seharusnya untuk menyimpan dagangan, menjadi saksi bisu sebuah kekejian yang memilukan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar