PP TUNAS Diresmikan, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Jelang Hari Penyiaran

- Rabu, 01 April 2026 | 13:30 WIB
PP TUNAS Diresmikan, Perlindungan Anak di Ruang Digital Diperkuat Jelang Hari Penyiaran

Dulu, saat kita kecil, hampir mustahil mengakses informasi sendirian. Televisi biasanya berada di ruang keluarga, menjadi pusat perhatian bersama. Ada interaksi, ada diskusi, ada orang tua yang mendampingi dan mengoreksi jika informasi yang diterima anak kurang tepat. Keluarga berfungsi sebagai filter alami.

Sekarang? Gejalanya berbalik. Orang tua kerap kali sama "tak berdaya"-nya di tengah gurita informasi. Sering kita lihat, anak asyik dengan gawainya, sementara orang tua di sebelahnya juga sibuk dengan layar sendiri. Mereka bersama, tapi tak benar-benar mendampingi.

Nah, tantangan terbesarnya justru di sini. Perlindungan anak harus jadi gerakan kolektif, bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Kita semua perlu terlibat untuk mengawasi, baik paparan informasi yang diterima anak, maupun pelaksanaan aturan yang sudah dibuat.

Lebih dari Sekadar Ramah

Di tengah perubahan perilaku yang masif ini, peringatan HARSIARNAS justru jadi pengingat yang relevan. Jika dulu radio dan televisi menjadi penyangga semangat kebangsaan, kini fungsinya perlu disesuaikan lagi. Mereka bisa menjadi oasis di tengah hiruk-pikuk digital.

Survei Indeks Kualitas Program Siaran TV (IKPSTV) tahun 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Program anak meraih indeks 3.41, mengungguli beberapa kategori lain seperti program berita (3.37) atau sinetron (3.05). Program religi bahkan mendapat nilai tertinggi, 3.82.

Dengan data ini, televisi bisa dibilang sudah menyediakan ruang yang cukup aman bagi anak. Televisi dan radio, hemat saya, layak dipertimbangkan kembali sebagai "rumah" yang nyaman bagi anak untuk mengakses informasi. Apalagi, siaran mereka diawasi secara realtime oleh KPI, sesuatu yang tak mungkin dilakukan sepenuhnya terhadap miliaran konten di media sosial.

Akhir kata, momentum peluncuran PP TUNAS dan peringatan HARSIARNAS ini harus dimanfaatkan betul oleh dunia penyiaran. Saatnya televisi dan radio berbenah, menyajikan program-program berkualitas yang tak hanya ramah anak, tapi juga mendidik. Baik itu program yang khusus ditujukan untuk anak, maupun program umum yang biasa ditonton saat anak-anak masih aktif menonton.

Ini peluang sekaligus tanggung jawab bersama.

Ubaidilah
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Pusat

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar