Di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, suasana di Pondok Pesantren Tahfizh Romadhon tampak berbeda. Kapolres setempat, AKBP Dwi Agung Setyono, baru saja meresmikan sebuah sumur bor untuk para santri. Bantuan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Ia diharapkan bisa menjawab persoalan lama: ketersediaan air bersih untuk minum, mandi, hingga berwudu.
Inisiatif ini datang langsung dari Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho. Gagasannya sederhana tapi mendasar: kehadiran Polri harus benar-benar terasa, terutama di sektor yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pendidikan dan agama.
Acara peresmiannya berlangsung khidmat. Hadir sejumlah tokoh agama, pengurus ponpes, dan tentu saja, para santri yang akan merasakan langsung manfaatnya.
Namun begitu, bantuan tak berhenti di situ. Sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan keagamaan ini ternyata merambah ke lokasi lain. Di Desa Kotabaru Selatan, bantuan dialirkan untuk mempercepat pembangunan Rumah Al-Qur'an Al-Ilmu. Kunjungan Kapolres ke sana pun tak cuma seremonial. AKBP Dwi menyempatkan diri melihat dari dekat aktivitas belajar, sekaligus berbincang dengan para pengajar.
"Bapak Kapolda Sumsel menitipkan salam hangat sekaligus harapan agar bantuan ini menjadi wasilah kebaikan bagi para santri," ujar AKBP Dwi Agung Setyono, Senin (30/3/2026).
Lebih lanjut dia menegaskan, "Polri hadir tidak hanya sebagai penjaga keamanan. Kami ingin jadi mitra dalam membangun sumber daya manusia yang religius."
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Sunarto, memberikan penekanan yang agak berbeda. Menurutnya, aksi sosial semacam ini adalah wujud nyata dari transformasi Polri yang Presisi. Artinya, pelayanan dan kepedulian sosial kini ditaruh di garis depan.
"Kapolda selalu mendorong jajarannya untuk peka terhadap kondisi wilayah. Kepercayaan masyarakat itu amanah," ungkap Sunarto.
Dia menambahkan, aksi nyata yang bermanfaat adalah cara mereka menjaga amanah itu. Tujuannya jelas: memastikan kehadiran biru-biru itu benar-benar meninggalkan dampak positif bagi kualitas hidup warga.
Pada akhirnya, harapannya jelas. Hubungan antara kepolisian dan komunitas pesantren bisa tetap harmonis. Dan yang lebih penting, ini jadi bukti bahwa komitmen Polri untuk mendukung pembangunan sosial dan spiritual di Sumsel bukanlah isapan jempol belaka.
Artikel Terkait
Donnarumma Bantah Isu Tuntutan Bonus Pemain Timnas Italia di Tengah Gagal Lolos Piala Dunia 2026
Polisi Amankan 15 Pemuda dan Sita Celurit dalam Patroli Antitawuran di Jakarta Timur
Timnas FA7 Indonesia Tembus Semifinal Piala Dunia 2026, Tantangan Brasil Menanti
Karyawan Warung Sate di Setiabudi Curi Motor Rekan Kerja, Diduga Hasilnya untuk Beli Narkoba