Di Martapura, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, suasana di Pondok Pesantren Tahfizh Romadhon tampak berbeda. Kapolres setempat, AKBP Dwi Agung Setyono, baru saja meresmikan sebuah sumur bor untuk para santri. Bantuan ini bukan sekadar infrastruktur biasa. Ia diharapkan bisa menjawab persoalan lama: ketersediaan air bersih untuk minum, mandi, hingga berwudu.
Inisiatif ini datang langsung dari Kapolda Sumsel, Irjen Sandi Nugroho. Gagasannya sederhana tapi mendasar: kehadiran Polri harus benar-benar terasa, terutama di sektor yang menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat, seperti pendidikan dan agama.
Acara peresmiannya berlangsung khidmat. Hadir sejumlah tokoh agama, pengurus ponpes, dan tentu saja, para santri yang akan merasakan langsung manfaatnya.
Namun begitu, bantuan tak berhenti di situ. Sinergi antara kepolisian dan dunia pendidikan keagamaan ini ternyata merambah ke lokasi lain. Di Desa Kotabaru Selatan, bantuan dialirkan untuk mempercepat pembangunan Rumah Al-Qur'an Al-Ilmu. Kunjungan Kapolres ke sana pun tak cuma seremonial. AKBP Dwi menyempatkan diri melihat dari dekat aktivitas belajar, sekaligus berbincang dengan para pengajar.
Artikel Terkait
RSU Muslimat Ponorogo Resmikan Gedung Gus Dur, Perkuat Layanan Ibu dan Anak
GB KEK di Pulau Poto Bintan Serap Ribuan Tenaga Kerja, Jawab Isu Stagnasi
KPK Sita Belasan Juta Dolar AS di Safe House Kasus Suap Bea Cukai
Rem Blong, Truk Batu Gamping Terguling di Tanjakan Pok Cucak Gunungkidul