Data dari lapangan menunjukkan betapa seriusnya masalah ini. Rivan A. Purwantono, Dirut Jasa Marga, membeberkan fakta. Evaluasi pada periode H-10 sampai H 1 Lebaran 2026 (11-22 Maret) mencatat sesuatu yang mencengangkan.
Tercatat 21 ribu kendaraan mengalami kekurangan saldo e-toll di Gerbang Tol Kalikangkung, ruas Batang-Semarang. Mereka terpaksa melakukan top up di tempat. Angka itu setara dengan 4,9 persen dari total 442 ribu kendaraan yang bertransaksi di gerbang tol tersebut.
"Dengan saldo e-toll kurang yang berdampak pada tingginya aktivitas top up di gerbang tol, maka akan mengakibatkan waktu penundaan yang cukup signifikan," kata Rivan. "Ujung-ujungnya, antrean panjang tak terhindarkan."
Kondisi serupa sangat mungkin terulang pada puncak arus balik, khususnya di GT Cikampek Utama. Karena itu, imbauan pun disuarakan: pastikan saldo e-toll mencukupi sebelum masuk tol. Langkah sederhana ini diharapkan bisa meredam kemacetan dan menjaga kelancaran perjalanan pulang.
Lantas, bagaimana kabar proyek MLFF itu sendiri? Menteri PUPR Dody Hanggodo menyatakan bahwa proyek ini tetap berjalan. Memang, sempat ada kendala, baik teknis maupun non-teknis. Tapi menurutnya, masalah-masalah itu sudah mulai dicarikan jalan keluarnya.
"MLFF itu tetap berproses. Ada sedikit masalah teknis dan nonteknis, tetapi itu sudah dibereskan semua," ujar Dody dalam sebuah media gathering di Jakarta, Jumat (6/2/2026).
Namun begitu, dia mengakui bahwa penyelesaiannya tidak instan. Sistem ini melibatkan banyak pihak di luar Kementerian PUPR. Butuh koordinasi dan penyesuaian dari berbagai pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem pembayaran tol tanpa gerbang ini.
Dody menegaskan, pengujian sistem akan terus dilanjutkan. Ada tahap-tahap yang harus dilalui untuk memastikan teknologi ini benar-benar siap sebelum diimplementasikan secara luas.
Pada akhirnya, MLFF diharapkan menjadi terobosan. Sistem yang memungkinkan kendaraan melintas tanpa berhenti ini bukan cuma mimpi. Jika terwujud, ia bisa menjadi jawaban atas kemacetan yang setiap tahun mengular di gerbang-gerbang tol saat musim mudik tiba.
Artikel Terkait
Gelombang Pemudik Masih Padati Bakauheni di H+7 Lebaran
Kuasa Hukum Jap Ferry Sanjaya Tuntut Vrijspraak, Sebut Kasus Plaza Klaten Murni Perdata
Perumda Pasar Jaya Genjot Pengangkutan 6.970 Ton Sampah di Pasar Kramat Jati
Lima Model Wastafel Dapur Modern untuk Tingkatkan Kenyamanan dan Efisiensi