Sayangnya, tidak semua orang kuat bertahan. Dua puluh dua orang meninggal dalam tragedi itu. Yang lebih menyedihkan lagi, jenazah mereka konon dibuang ke laut sebuah akhir yang begitu getir di perairan asing.
Sementara para korban dievakuasi, otoritas setempat bergerak cepat. Mereka menangkap dua orang yang diduga kuat sebagai operator kapal. Keduanya masih sangat muda, usianya berkisar 19 hingga 21 tahun, dan berasal dari Sudan Selatan.
“Keduanya ditangkap atas dugaan perdagangan manusia dalam penyelidikan awal kasus tersebut,” begitu penjelasan yang beredar.
Insiden di lepas Kreta ini hanyalah satu titik dalam peta tragedi kemanusiaan yang terus berulang. Sejak awal tahun 2026 saja, lebih dari 600 migran telah tewas atau hilang di Laut Mediterania. Setiap angka adalah sebuah nama, sebuah cerita, dan sebuah harapan yang kandas di tengah gelombang.
Artikel Terkait
PSSI Awards 2026 Digelar Perdana, Jay Idzes dan Safira Ika Raih Pemain Terbaik
Presiden Prabowo Pimpin Rapat Terbatas Bahas Penyesuaian Kebijakan Ekonomi dan Energi
Waterspot hingga Jamur: Penyebab dan Cara Atasi Kerusakan Cat Mobil
Gus Ipul Sowan ke Ulama Situbondo Laporkan Persiapan Muktamar NU