Studi UI: Krisis Selat Hormuz 2026 Berdampak Asimetris pada BUMN, Ada yang Tertekan Ada yang Diuntungkan

- Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:00 WIB
Studi UI: Krisis Selat Hormuz 2026 Berdampak Asimetris pada BUMN, Ada yang Tertekan Ada yang Diuntungkan

Pola asimetris ini sebenarnya menunjukkan sesuatu. Portofolio BUMN yang dikelola Danantara punya potensi natural hedge. Keuntungan dari satu kelompok bisa membantu menopang kelompok lain yang sedang tertekan. Sayangnya, potensi indah ini belum bisa dioptimalkan. Menurut temuan BRG, mekanisme koordinasi di tingkat holding untuk mengalokasikan sumber daya secara lintas BUMN masih terbatas.

Kajian ini juga menyoroti beban yang mengintai APBN. Jika harga minyak dunia melonjak di atas 90 dolar AS sementara asumsi APBN 2026 hanya sekitar 70 dolar per barel beban subsidi dan kompensasi energi bisa membengkak drastis.

Sebagai langkah antisipasi, BRG memberi sepuluh rekomendasi yang dibagi dalam tiga kerangka waktu. Untuk jangka pendek (0-6 bulan), mereka menyarankan diversifikasi sumber pasokan minyak, menambah cadangan BBM darurat, mengembangkan lindung nilai harga, dan membentuk mekanisme alokasi sumber daya di Danantara.

Dalam jangka menengah (6-36 bulan), rekomendasinya lebih strategis: membangun cadangan minyak strategis, mereformasi mekanisme harga BBM agar lebih lincah, mempercepat proyek kilang dalam negeri, dan memperkuat manajemen risiko valuta asing di PLN.

Secara lintas sektor, studi ini mengusulkan ide besar: membentuk Commodity Stabilization Fund oleh Danantara. Fungsinya sebagai dana penyangga; menampung keuntungan saat harga komoditas tinggi dan digunakan saat krisis melanda. Mereka juga mendorong agar stress test terhadap portofolio BUMN dilakukan secara berkala.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar