Jakarta - Rekor baru tercipta di jalan tol nasional. PT Jasa Marga mencatat arus lalu lintas mudik tertinggi sepanjang sejarah, memecahkan angka dari tahun-tahun sebelumnya. Puncaknya terjadi Rabu lalu, tanggal 18 Maret, saat gelombang pemudik membanjiri ruas-ruas tol utama.
Angkanya cukup mencengangkan: 270.315 kendaraan dilayani pada hari itu. Jumlah itu melonjak hampir dua kali lipat dari kondisi normal, dan naik 4,6 persen dibanding puncak mudik Lebaran tahun lalu. Data ini merupakan kumulasi dari empat gerbang tol utama: Cikupa (arah Barat), Ciawi (Selatan), serta Cikampek dan Kalihurip Utama (keduanya arah Timur).
Namun begitu, rekor tak hanya berhenti di situ.
Meski volumenya luar biasa tinggi, kondisi lalu lintas disebutkan masih bisa dikendalikan. Kunci utamanya adalah rekayasa lalu lintas yang dianggap berjalan efektif. Meski begitu, kepadatan sempat tak terhindarkan di beberapa titik seperti Jalan Layang MBZ dan ruas bawah Jakarta-Cikampek.
Untuk mengurai kemacetan itu, berbagai strategi diterapkan. Mulai dari contraflow yang mengubah satu lajur menjadi tiga, hingga penerapan sistem satu arah nasional yang panjang jangkauannya. Menurut Rivan, volume di kedua ruas padat tadi adalah yang tertinggi sejak ruas-ruas tersebut dioperasikan.
Artikel Terkait
Bejo Jahe Merah Dukung Mudik Gratis Jateng, Bagikan 32.000 Paket Produk
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Idulfitri dan Ajak Perkuat Kebersamaan
Kapolri Imbau Pengelola Wisata Air Prioritaskan Keselamatan Jelang Lebaran
Tiga Hafizah Terpilih di Puncak Acara Mencari Hafiz 2026 Metro TV dan Baznas DKI