"Operasi Ketupat adalah operasi kemanusiaan. Bukan hanya kegiatan di bidang lalu lintas, bukan hanya mengawal arus mudik dan balik, tetapi Operasi Ketupat adalah negara dan Polri hadir untuk menjamin rasa aman baik dari sisi sosial dan sisi keagamaan."
Irjen Agus Suryonugroho.
Lalu, bagaimana kondisi arus mudiknya sendiri? Ternyata, puncaknya sudah terjadi lebih dulu, tepatnya pada Rabu (18/3). Angkanya cukup mencengangkan: 270 ribu pengendara tercatat meninggalkan Jakarta dalam satu hari itu saja. Jumlah itu naik sekitar 4,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami melaporkan bahwa arus mudik sudah berlangsung, dan puncak arus mudik adalah tanggal 18, di mana puncak arus mudik sejumlah 270.000. Bila dibandingkan dengan tahun lalu, Operasi Ketupat 2025, ada peningkatan 4,26%," jelas Agus.
Soal rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah dan contraflow Agus menyebut semuanya berjalan sesuai rencana. Fokus sekarang beralih. Malam ini, seluruh satuan tugas dikerahkan untuk mengamankan perayaan hari raya keesokan harinya, mulai dari pengamanan sholat Ied hingga aktivitas malam takbiran.
Jadi, malam ini bukan cuma tentang doa dan takbir. Di balik layar, ada upaya serius untuk memastikan jutaan orang bisa merayakannya dengan tenang dan aman, sekaligus memastikan perjalanan mudik mereka lancar sejak hari-hari sebelumnya.
Artikel Terkait
Tiga Hafizah Terpilih di Puncak Acara Mencari Hafiz 2026 Metro TV dan Baznas DKI
Gus Poyet Sarankan Manuel Ugarte Tinggalkan Manchester United
Polisi Tegas Hentikan Truk Tronton yang Dikawal Oknum TNI di Tol Saat Mudik
Seskab Teddy Ikuti Takbiran dan Cicipi Mi Rebus UMKM Bersama Gubernur Medan