Di tengah sidang kabinet paripurna Jumat lalu, Presiden Prabowo Subianto mengajukan sebuah usulan yang cukup mengejutkan. Ia bicara soal dampak konflik Timur Tengah yang makin meluas, dan bagaimana kita harus bersiap. Gagasannya? Belajar dari Pakistan.
Ya, Pakistan. Negara itu, menurut Prabowo, sudah mengambil langkah-langkah drastis karena menganggap situasinya kritis. Mirip seperti saat kita menghadapi COVID-19 dulu.
"Jadi mereka menganggap ini sudah kritis jadi dikatakan critical measures," ujarnya di Istana Negara, 13 Maret 2026.
"Seolah-olah bahwa ini bagi mereka adalah ini dulu seperti kita dulu COVID. Mereka melaksanakan work from home untuk semua kantor, pemerintah maupun swasta, 50 persen bekerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong jadi hanya empat hari," jelas Prabowo lebih lanjut.
Usulannya pun langsung konkret: pemerintah dan swasta di sini bisa menerapkan sistem kerja dari rumah. Tujuannya jelas, untuk penghematan energi.
Tapi itu belum semuanya. Prabowo juga menyoroti langkah lain yang lebih keras dari Pakistan. Dalam paparan grafis yang ditunjukkan, disebutkan bahwa gaji anggota kabinet dan parlemen di sana turut dipotong.
Artikel Terkait
Polres Bogor Buka Bengkel Gratis di Pos Gadog untuk Pengendara ke Puncak
Pemprov Jabar Salurkan Bantuan Tahap Keempat untuk Warga Terdampak Penutupan Tambang di Bogor
Arus Mudik Lebaran Capai 1,1 Juta Kendaraan Keluar Jakarta, One Way Diterapkan
Polsek di Bogor Buka Layanan Gratis Titip Kendaraan Selama Mudik