“Itu harus di-apa namanya itu, dibersihkan,” ujar Tito. “Namanya program cetak sawah baru. Meskipun sawah ini sawah lama, tapi anggarannya, anggaran cetak sawah baru.”
Soal waktu pengerjaan, Tito menyebut itu sangat tergantung pada luas wilayah yang terdampak. Namun, ia memberi sinyal bahwa prosesnya akan segera digenjot. Dalam keterangan tertulisnya di hari yang sama, Tito menyebut aksi nyata akan dimulai setelah Lebaran.
“Dan akan dilaksanakan setelah Lebaran mereka akan langsung genjot. Untuk membantu tambak-tambak yang terendam lumpur untuk bisa dihidupkan kembali,” jelasnya.
Harapannya, dengan pengawalan ketat dan koordinasi yang lancar, sawah dan tambak di Sumatera itu bisa segera berdenyut lagi. Menghidupi para petani dan nelayan yang menggantungkan nasib pada sejengkal tanah dan air.
Artikel Terkait
Kapolri Kukuhkan Ojol Riau Sebagai Mitra Kamtibmas dan Satgas PHK
Contraflow Diberlakukan di Tol Jakarta-Cikampek Antisipasi Puncak Arus Mudik
Wali Kota Jakarta Barat Imbau Warga Pastikan Keamanan Rumah Sebelum Mudik Lebaran 2026
Bocah 7 Tahun Terseret Arus Ditemukan Meninggal di Sungai Bendo Mongal Kediri