Indonesia Diversifikasi Impor Minyak, Buka Peluang dari Rusia dan AS

- Selasa, 17 Maret 2026 | 19:45 WIB
Indonesia Diversifikasi Impor Minyak, Buka Peluang dari Rusia dan AS

Mencari Jalan Keluar di Tengah Konflik

Pemicu utama diversifikasi ini jelas: konflik antara AS-Israel dan Iran yang membuat kawasan Timur Tengah makin bergejolak. Sebagai langkah antisipasi, pemerintah mulai mengalihkan sebagian impor minyak mentahnya. Timur Tengah, yang selama ini menyuplai 20 hingga 25 persen kebutuhan crude Indonesia, bukan lagi satu-satunya tumpuan.

Negosiasi kini beralih ke Amerika Serikat dan negara-negara lain. Tujuannya jelas, menjaga stabilitas pasokan energi dalam negeri agar tak terganggu oleh gejolak di luar.

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengaku rencana ini masih dalam tahap pembicaraan. Salah satu jalur yang sedang dijajaki adalah melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan AS.

"Kita akan menambah impor dari Amerika," jelas Yuliot.

Dia berharap perusahaan minyak besar macam Exxon Mobil dan Chevron bisa memasok kebutuhan Indonesia, baik berupa minyak mentah maupun BBM jadi. Namun begitu, Yuliot menekankan bahwa semua ini masih wacana. Belum ada kesepakatan yang mengikat, baik dengan AS maupun calon pemasok lainnya. Semuanya masih meja perundingan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar