Di sisi lain, Afif menekankan bahwa ini adalah bagian dari upaya modernisasi. "Ini untuk kenyamanan masyarakat yang melintas," tuturnya.
Manfaatnya ternyata lebih dari sekadar melihat antrean. Dari ketinggian, sumber masalah bisa teridentifikasi dengan lebih akurat. Apakah kemacetannya murni karena volume kendaraan yang membludak, atau justru dipicu oleh kendaraan mogok di bahu jalan. Bahkan aktivitas warga di titik rawan pun bisa terpantau.
Koordinasi antar petugas di berbagai pos pengamanan juga diharapkan lebih mudah. Sebab, data visual dari drone bisa langsung dibagikan ke anggota yang berjaga, memberikan pemahaman situasi yang sama.
"Ini komitmen kami," pungkas Afif. Terutama di akhir pekan dan hari libur nasional, pemantauan akan diperkuat demi kelancaran di jalur yang terkenal padat itu.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Sistem Satu Arah Nasional untuk Puncak Arus Mudik 18 Maret
Menko Airlangga: Pariwisata Berpotensi Rugi Rp184,8 Miliar per Hari Akibat Konflik Global
Pelabuhan Sungai Selan Padat, Pengelola Tambah Armada untuk Antisipasi Lonjakan Pemudik
Roy Suryo Kaitkan Perubahan Sikap Rismon Soal Ijazah Jokowi dengan Supersemar