Baginya, kebebasan menyampaikan pendapat itu dijamin konstitusi. Itu bagian penting dari demokrasi kita. Karena itu, alih-alih langsung menertibkan, pemerintah sebaiknya mengajak berdialog. Duduk bersama para pengamat atau pihak yang menilai kinerjanya masih kurang.
Pernyataannya kemudian mengarah pada sebuah refleksi yang lebih dalam. Pemerintah, dalam pandangannya, bukanlah dewa yang bisa bekerja sendirian. Menyelesaikan persoalan bangsa butuh kontribusi semua pihak: akademisi, pengamat, masyarakat sipil.
Pernyataan Prabowo yang memantik diskusi ini sendiri dilontarkan di Istana Negara, Jumat (13/3/2026). Saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna, ia menanggapi paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut ada pihak yang bilang ekonomi Indonesia sedang krisis. Dari situlah komentar tentang "pengamat yang tidak suka pemerintah berhasil" itu meluncur.
Artikel Terkait
Polisi Gunakan Drone untuk Pantau Kemacetan di Puncak Saat Lebaran
Arus Mudik Lebaran 2026 Meningkat, Bandara Soetta Layani 94 Ribu Penumpang Keberangkatan
Pemerintah Malaysia Buka Pendaftaran Beasiswa Penuh S2 dan S3 untuk Tahun 2026
Dishub DKI Prediksi Puncak Mudik Lebaran 2026 pada 17-18 Maret