Pembicaraan kemudian melebar ke konflik yang lebih luas. Boroujerdi menyoroti serangan yang menargetkan rumah warga, fasilitas sipil, dan tempat publik. Musuh imperialis dan Zionis, sebutnya, masih terus melancarkan aksi-aksi itu.
Respon Iran? Tidak akan ada kompromi.
"Kami tidak akan kompromi dengan pihak musuh,"
tegasnya. Pihak musuh, lanjut Boroujerdi, harus diberi pelajaran agar mereka paham. Tapi dia mengakui, "Dan kelihatannya kami masih jauh dari posisi tersebut."
Pernyataan-pernyataan keras ini disampaikan usai sebuah acara yang penuh nuansa duka. Boroujerdi baru saja menghadiri acara santunan untuk 200 siswi Muslim Indonesia di Jakarta. Acara itu digelar untuk mengenang 175 siswi yang syahid di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran.
Mereka adalah korban dari serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu. Serangan yang menurut penuturan Boroujerdi tidak hanya merusak tetapi juga merenggut ratusan nyawa sipil. Sekolah Dasar Khusus Putri Shajareh Tayyebeh di Minab jadi saksi bisu. Lebih dari 95 anak lainnya terluka dalam insiden yang disebutnya sebagai aksi biadab itu.
Artikel Terkait
Menteri Perhubungan Prediksi Puncak Arus Mudik 18 Maret 2026
Tiket Kereta Mudik Lebaran 2026 Baru Terjual 65%, Masih Tersedia 377 Ribu Kursi
Real Madrid Hantam Elche 4-1, Tekan Barcelona di Puncak Klasemen
Depok Liburkan CFD Dua Minggu Sambut Idulfitri