Di sisi lain, BMKG juga tak tinggal diam menunggu. Untuk memitigasi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, mereka telah menjalankan operasi modifikasi cuaca di tiga lokasi berbeda. Tujuannya sederhana: mengurangi curah hujan.
“Ada tiga daerah yang sedang berlangsung modifikasi cuaca,” papar Faisal.
Hasilnya? Di posko Halim, efektivitas pengurangan hujan mencapai 21%. Lalu di posko Husein Sastranegara angkanya jauh lebih signifikan, hampir 50%. Sementara di posko Ahmad Yani, pengurangan berhasil mencapai 41%.
“Harapannya dapat mengendalikan, mengurangi terjadinya bencana hidrometrologi di daerah-daerah tersebut,” imbuhnya. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi, beriringan dengan peringatan dini soal rob yang mungkin datang.
Artikel Terkait
Presiden Klaim Danantara Masuk Jajaran Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia
Wali Kota Semarang Luncurkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan Jelang Lebaran
Kadiv Humas Polri Ingatkan Pemudik Waspadai Bahaya Microsleep
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Bancong Bekasi, Identitas Masih Misteri