Proses membangun di tengah keterbatasan tentu tak mudah. Iskandar mengakui sejumlah kendala menghadang. Lokasi yang jauh dan terpencil, seperti di Kecamatan Serbajadi, Pante Bidari, dan Simpang Jernih, jadi tantangan tersendiri. Pengangkutan material seringkali terkendala medan. Belum lagi soal ketersediaan material itu sendiri yang kadang tak selalu mudah didapat.
“Kendati ada kendala, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB terus memacu pembangunan hunian,” tegasnya.
Di sisi lain, ada target yang ingin dikejar. Pemerintah berkomitmen untuk menyelesaikan semua huntara ini sebelum masyarakat menyambut Idulfitri 1447 Hijriah. Harapannya, sebelum hari raya tiba, para pengungsi sudah bisa meninggalkan tenda-tenda darurat dan menempati hunian yang lebih layak, meski masih bersifat sementara. Sebuah upaya untuk mengembalikan sedikit rasa normal di tengah musibah.
Artikel Terkait
Presiden Klaim Danantara Masuk Jajaran Sovereign Wealth Fund Terbesar Dunia
Wali Kota Semarang Luncurkan Gerakan Pangan Murah di 177 Kelurahan Jelang Lebaran
Kadiv Humas Polri Ingatkan Pemudik Waspadai Bahaya Microsleep
Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Bancong Bekasi, Identitas Masih Misteri