"Hal ini menjadi fondasi sosial yang kuat untuk menjaga keberadaan bangsa dan negara Republik Indonesia."
Sebagai mantan Ketua KOPRI PMII, ia juga menyempatkan diri menyapa para aktivis yang hadir. Pesannya mengingatkan pada akar pergerakan. Ia mengajak mereka untuk tak pernah berhenti memperjuangkan nilai-nilai kebangsaan, tentu saja dengan landasan nilai-nilai Islam.
Di sisi lain, Neng Eem menekankan bahwa sikap kritis itu wajib hukumnya. Terutama dalam menyikapi arus perkembangan zaman yang kerap tak terbendung.
"Para aktivis harus tetap kritis dalam segala situasi," katanya.
"Agar tidak mudah terlena dan tidak latah terhadap hal-hal baru."
Pada akhirnya, ia berharap kegiatan semacam ini bisa terus berlanjut. Bukan sekadar ritual tahunan, tapi benar-benar menjadi ruang hidup untuk merajut silaturahmi dan mengasah komitmen kebangsaan di tengah masyarakat yang semakin kompleks.
Artikel Terkait
Polresta Serang Kota Siapkan Rest Area KM 68 sebagai Penyangga Kemacetan Mudik 2026
Panglima TNI Jelaskan Status Siaga 1: Uji Kesiapan Hadapi Bencana Alam
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Quran
Panglima TNI: Status Siaga 1 untuk Kesiapsiagaan Bencana, Bukan Hal Luar Biasa