Ia lalu menyampaikan duka. "Dari peristiwa ini, ada empat orang meninggal dunia dan lima orang masih dalam pencarian," sambungnya. Tak lupa, doa untuk para korban ia sampaikan. "Semoga yang meninggal dunia diterima iman dan Islamnya, diampuni segala dosanya. Yang dalam pencarian semoga lekas ditemukan," tutur Dedi.
Namun begitu, harapannya juga tertuju ke masa depan. Ia berharap TPST Bantargebang bisa dikelola dengan lebih baik agar tragedi serupa tak terulang. Mantan Bupati Purwakarta itu juga mengajak semua pihak mengambil pelajaran. "Jadikan musibah ini sebagai pembelajaran agar kita senantiasa waspada. Musibah seringkali terjadi tanpa diduga," tutupnya.
Sementara di lapangan, upaya pencarian terus digenjot. Operasi evakuasi masuk hari kedua pada Senin pagi. Akhmad Rizkiansah, Kasi Ops Kantor SAR Jakarta, memaparkan skala pencarian yang masif.
jelas Rizkiansah di lokasi. Kelima korban hilang itu terdiri dari dua sopir truk dan tiga pemulung. Untuk membongkar tumpukan sampah raksasa itu, sekitar 15 unit ekskavator dikerahkan.
Hingga Senin pagi, angka korban belum berubah. "Total ada 13 korban. Empat selamat, empat meninggal dunia. Sisanya lima orang masih diupayakan evakuasi," rinci Akhmad. Suasana di Bantargebang masih tegang. Tim gabungan bekerja cepat, berharap bisa menemukan yang tersisa dalam kondisi selamat.
Artikel Terkait
Polresta Serang Kota Siapkan Rest Area KM 68 sebagai Penyangga Kemacetan Mudik 2026
Panglima TNI Jelaskan Status Siaga 1: Uji Kesiapan Hadapi Bencana Alam
Quraish Shihab Panjatkan Doa Khusus untuk Presiden Prabowo di Peringatan Nuzulul Quran
Panglima TNI: Status Siaga 1 untuk Kesiapsiagaan Bencana, Bukan Hal Luar Biasa