Para pejabat Israel berkilah, serangan itu adalah peringatan agar Iran menghentikan targetnya terhadap infrastruktur sipil Israel. Mereka juga menyebut Pentagon telah diinformasikan sebelum serangan dilancarkan.
Tapi rupanya, Washington kaget. Luasnya kerusakan dan sasaran yang dibakar membuat Trump geram. Seorang penasihatnya yang enggan disebut namanya bicara blak-blakan pada Axios.
“Presiden (Trump) tidak menyukai serangan terhadap fasilitas minyak. Dia ingin menyelamatkan minyak, bukan membakarnya. Dan itu mengingatkan orang-orang akan kenaikan harga bensin,” ujar sang penasihat.
Jelas sekali, kekesalan Trump lebih bersifat pragmatis. Dia khawatir aksi bakar-bakaran ini bakal berimbas pada harga energi, sesuatu yang sensitif bagi publik Amerika. Jadi, meski sekutu, soal minyak bisa bikin hubungan mereka sedikit renggang.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Potensi Banjir Rob di Sejumlah Pesisir Indonesia pada Maret 2026
Presiden Prabowo Hadiri Perayaan HUT Pertama Danantara
Anggota MPR Siti Mukaromah Ajak Perempuan Banyumas Perkuat Empat Pilar dan Peran di Keluarga
KPK Tetapkan Bupati Rejang Lebong Tersangka Suap, Sita Uang Rp 757 Juta