Minggu kemarin, suasana Pondok Pesantren Azzainiyyah di Sukabumi tampak berbeda. Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, hadir di tengah para santri dalam acara Silaturahmi dan Safari Ramadhan. Bukan sekadar sambutan formal, ia justru membagikan kisah hidupnya yang penuh perjuangan.
“Saya lahir dari keluarga yang ekonominya tidak beruntung,” ujarnya, membuka cerita.
“Ibu saya cuma tukang pembantu di rumah orang. Ayah buruh bangunan. Sejak SMP, saya sudah jadi kondektur angkot di terminal, sekalian jualan kue.”
Suaranya lantang. Namun begitu, ia langsung menekankan satu hal: latar belakang keluarga sama sekali bukan penentu nasib. Masa depan, tegas Bahlil, sepenuhnya ada di genggaman anak itu sendiri. Ia yakin betul para santri punya peluang sukses yang sama asal punya tekad baja.
“Jadi untuk kalian yang anak yatim piatu, yatim, atau ekonominya pas-pasan seperti saya dulu, harus semangat!” serunya.
Menurutnya, kunci menaklukkan masa depan bukan terletak pada kepintaran atau kekayaan. Bukan yang kuat mengalahkan yang lemah.
“Tapi yang cepat akan mengalahkan yang lambat,” tutur Bahlil.
Ia sendiri mengaku menjadi contoh. Karena cepat, tangguh, dan punya daya juang tinggi, ia bisa menduduki posisi puncak di Partai Golkar. Di sisi lain, ia merasa kesempatan itu terbuka lebar berkat kultur partainya yang inklusif.
Partai Golkar, katanya, menerima semua kader tanpa memandang suku, agama, maupun ras.
“Dalam sejarah politik kita, cuma Partai Golkar yang bisa klaim diri sebagai partai terbuka. Syaratnya ketua umumnya pernah dari Sumatera sampai Papua, ya cuma kami,” ucap Bahlil meyakinkan.
Pesan itu ia sampaikan dengan gaya khasnya: blak-blakan dan penuh semangat. Para santri pun menyimak, mungkin terinspirasi, atau sekadar mengamati sosok yang bercerita tentang terminal angkot hingga ke panggung politik nasional.
Artikel Terkait
Dua PRT Nekat Lompat dari Lantai 4 Kos di Jakpus, Satu Tewas dan Satu Luka-Luka
Pengamat: Usulan Ambang Batas Parlemen untuk DPRD Akan Jadi Bencana bagi Partai Kecil
Manicure Bukan Sekadar Gaya, Ini Manfaat Kesehatannya
Bareskrim Bongkar Aliran Dana Rp211 Miliar Jaringan Narkoba The Doctor dan Koko Erwin