keluh seorang warga di lokasi, suaranya terdengar cemas.
Sebelum kejadian ini, sebenarnya BPBD Brebes sudah melakukan survei di ruas jalan Langkap-Cilibur. Namun begitu, longsor tetap terjadi dengan skala yang mengkhawatirkan. Sekitar setengah badan jalan lenyap tergerus, membuat kendaraan sama sekali tak bisa lewat. Bahkan, bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan yang letaknya persis di atas titik longsor pun ikut terancam.
Lalu, apa pemicunya? Cuaca ekstrem diduga kuat menjadi biang keladi. Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Brebes bagian selatan berhari-hari. Akibatnya, tanah di perbukitan itu jenuh air dan akhirnya bergerak. Lokasi sekolah yang berada di tebing pun jadi sangat rentan.
Sampai saat ini, tim gabungan dari BPBD dan relawan masih berupaya menuju lokasi untuk pendataan dan tindakan darurat. Kabar baiknya, belum ada laporan korban jiwa. Kejadian berlangsung di hari libur sekolah, jadi gedung dalam keadaan kosong.
Warga setempat diimbau keras untuk tidak mendekati zona longsor. Potensi longsor susulan masih sangat besar, apalagi curah hujan di Paguyangan dan sekitarnya belum menunjukkan tanda-tanda reda. Situasinya masih rawan.
Artikel Terkait
Wamendagri Desak Pemda Jabar Perkuat Anggaran dan Data untuk Tangani Kasus TBC
Mayat dalam Boks Kontainer Ditemukan di Pinggir Sungai Medan Denai
Tiga Pemain Persib Masuk Daftar Sementara Timnas untuk FIFA Series 2026
Jasa Marga Beri Diskon Tol 30% untuk Mudik dan Balik Lebaran 2026