Presiden Prabowo Gelar Rapat Maraton Bahas Pendidikan, Geopolitik, dan Persiapan Mudik

- Minggu, 08 Maret 2026 | 22:15 WIB
Presiden Prabowo Gelar Rapat Maraton Bahas Pendidikan, Geopolitik, dan Persiapan Mudik

Christhoper Natanael Raja


BOGOR – Suasana di kawasan Hambalang, Bogor, Minggu (8/3/2026) lalu, tampak sibuk. Dari siang hingga malam, kediaman Presiden Prabowo Subianto menjadi tempat digelarnya serangkaian rapat penting. Tak tanggung-tanggung, ada lima pertemuan berbeda yang melibatkan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang memberikan keterangan menjelaskan, fokus pembicaraan adalah isu-isu strategis. Baik yang terjadi di dalam negeri, maupun perkembangan terkini di panggung global.

“Dalam beberapa rapat tersebut Presiden meminta pembaruan mengenai berbagai isu strategis di dalam dan luar negeri,” ujar Teddy, seperti dikutip dari akun Instagram Sekretariat Kabinet.

Nah, salah satu topik yang mengemuka adalah soal pendidikan. Presiden konon ingin update tentang progres pembangunan 10 kampus baru. Kampus-kampus ini dirancang khusus untuk mendalami bidang STEM sains, teknologi, teknik, matematika plus pendidikan kedokteran.

Tak cuma itu. Prabowo juga minta laporan soal upaya mendongkrak peringkat sejumlah PTN di kancah internasional. Kerja sama dengan universitas top dunia jadi salah satu poin yang digarisbawahi.

Di sisi lain, meja rapat juga diwarnai pembahasan situasi geopolitik. Presiden menyoroti dengan serius perkembangan terkini di Timur Tengah, yang dinilai punya pengaruh luas terhadap dinamika global.

Masih terkait pendidikan dan politik luar negeri, ada satu program yang terus dipantau: keberlanjutan kuliah mahasiswa asal Palestina di Universitas Pertahanan. Program ini sendiri sebenarnya sudah jalan sejak 2022, ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menhan.

Kala itu, undangan disebar untuk 20-40 pelajar Palestina. Kini, jumlahnya membengkak hampir mencapai 200 orang. Mereka tetap belajar di sini, di tengah situasi yang tidak menentu di tanah airnya.

Namun begitu, perhatian juga tertuju ke urusan domestik yang mendesak. Dengan Idulfitri yang tinggal sepuluh hari lagi, Presiden meminta laporan khusus tentang kesiapan keamanan dan kelancaran arus mudik. Ini jadi agenda penting di tengah segudang pembahasan tadi.

Rapat maraton itu dihadiri oleh sejumlah pejabat kunci. Tampak hadir Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, dan Wamenhan Donny Ermawan. Rektor Universitas Pertahanan serta Dirut PT Pindad Sigit Santosa juga turut serta.

Serangkaian pertemuan ini, meski padat, menunjukkan kompleksnya tantangan yang dihadapi. Dari pendidikan, geopolitik, hingga urusan mudik semua dapat porsi pembahasan di hari Minggu yang panjang itu.


Editor: Redaktur TVRINews

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar