Hujan Ekstrem 264 mm Guyur Jakarta, 147 RT Terendam Banjir

- Minggu, 08 Maret 2026 | 20:15 WIB
Hujan Ekstrem 264 mm Guyur Jakarta, 147 RT Terendam Banjir

Jakarta diguyur hujan yang tak biasa sejak Sabtu malam (7/3). Genangan air mulai terlihat, dan menjelang Minggu siang (8/3), situasinya sudah jelas: ibukota kembali dilanda banjir.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengakui tingginya intensitas hujan. Menurut data yang dihimpun, curah hujan dalam satu hari itu mencapai 264 milimeter angka yang jauh melampaui batas normal.

“Itu termasuk curah hujan yang sangat tinggi,” ujar Pramono dalam keterangan tertulisnya di hari Minggu.

BMKG mencatat titik-titik ekstremnya, terutama di Sunter Hulu, Cilangkap (Jakarta Timur) dan sekitar Pompa Arcadia, Kalibata (Jakarta Selatan). Dampaknya langsung terasa. Laporan BPBD DKI hingga pukul 11.00 WIB menyebutkan 147 RT terendam dan 19 ruas jalan tergenang. Ketinggian airnya beragam, mulai dari sepergelangan kaki hingga nyaris dua meter di lokasi terparah.

Pemprov mengklaim sudah bergerak cepat. Sejak Sabtu malam, koordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) telah dilakukan. Pompa-pompa di titik rawan langsung dihidupkan untuk menyedot genangan.

“Sejak semalam saya sudah berkoordinasi dengan jajaran, terutama Dinas Sumber Daya Air. Bahkan di beberapa titik pemompaan sudah dilakukan sejak malam,” kata Pramono menegaskan.

Tak tanggung-tanggung, sekitar 1.200 unit pompa dikerahkan. Rinciannya, 668 unit stasioner di 243 lokasi dan 536 lainnya yang bersifat mobile, disebar di titik-titik rawan. Operasi penyedotan masif dilakukan, misalnya di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, dan sejumlah ruas vital lain.

Namun begitu, tantangannya tidak hanya dari langit Jakarta sendiri. Pramono juga menyoroti potensi tambahan debit air dari wilayah hulu seperti Bogor dan Tangerang, yang juga dilanda hujan deras. Ini perlu diwaspadai.

Data tinggi muka air (TMA) sungai-sungai di Jakarta membenarkan kekhawatiran itu. Sejak Sabtu sore, grafiknya terus merangkak naik.

Kali Ciliwung, misalnya, statusnya sempat 'Waspada' di Pintu Air Manggarai dengan ketinggian lebih dari 750 cm dini hari tadi. Hampir menyentuh status 'Siaga' pada pukul 07.00 pagi, sebelum akhirnya surut dan normal kembali sekitar pukul 13.00.

Aliran lain kondisinya lebih mencemaskan. Di hulu Kali Angke, TMA terus merangkak: 200 cm (Waspada) pada sore hari, naik jadi 250 cm (Siaga) di malam hari, dan bahkan menyentuh level 'Bahaya' dengan ketinggian lebih dari 300 cm pada Minggu dini hari. Puncaknya, sempat mencapai 400 cm pagi harinya.

Cerita serupa terulang di Cengkareng Drain. Statusnya sudah 'Waspada' sejak Sabtu siang, lalu 'Siaga' pada sore harinya, dan akhirnya 'Bahaya' di angka 314 cm ketika hari berganti. Puncak kenaikan terjadi Minggu pagi, mencapai 380 cm.

Sementara itu, di hulu Kali Sunter, kenaikan signifikan terpantau mulai Minggu dini hari. Levelnya melesat dari 'Waspada' ke 'Siaga', lalu ke 'Bahaya' dengan ketinggian 250 cm antara pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari. Air baru mulai surut sekitar pukul 08.00 pagi.

Jadi, meski pompa telah bekerja keras sejak semalam, tekanan dari sungai-sungai yang meluap ini jelas menjadi faktor penentu yang berat bagi penanganan banjir kali ini.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar