demikian penjelasan Hojjatoleslam Mahmoudi, kepala Dewan Dakwah Islam Iran, seperti dikutip Al Jazeera pada Kamis, 5 Maret 2026. Ia sebelumnya menyatakan upacara tiga hari itu akan dimulai pukul 10 malam di Aula Doa Imam Khomeini, Teheran.
Khamenei, yang wafat pada Sabtu di usia 86 tahun, memang bukan figur biasa. Ia memegang tampuk kepemimpinan tertinggi Iran sejak 1989, menggantikan Khomeini. Posisinya unik: otoritas tertinggi atas pemerintahan, militer, peradilan, sekaligus menjadi pemimpin spiritual bagi negara tersebut.
Di tengah suasana berkabung ini, proses suksesi juga mulai bergulir. Ayatollah Ahmad Khatami, ulama senior anggota Dewan Penjaga dan Majelis Pakar, memberi sinyal bahwa pemilihan pengganti hampir final.
“Pemimpin Tertinggi akan diidentifikasi pada kesempatan terdekat, kita hampir sampai pada kesimpulan,” katanya dalam wawancara dengan televisi pemerintah.
Namun begitu, ia mengingatkan satu hal. “Situasi di negara ini adalah situasi perang.” Sebuah pernyataan yang mengingatkan betapa gentingnya kondisi Iran pasca-serangan mematikan itu, di mana duka harus beradu dengan kewaspadaan tinggi.
Artikel Terkait
Polri Siap Tindak Tegas Pembakar Lahan, 21 Tersangka Sudah Ditentukan
Forum Warga Desak Pemerintah Segera Terbitkan PP Cukai Minuman Berpemanis
Riset Ungkap Mayoritas Aplikasi Bencana Tak Aktif, Pakar Desak Sistem Terpadu
Pemuda Tewas Terlindas Bus Transjakarta Usai Tabrak Pembatas di Gunung Sahari