Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Diduga Diserang AS

- Kamis, 05 Maret 2026 | 05:15 WIB
Kapal Perang Iran Tenggelam di Lepas Pantai Sri Lanka, Diduga Diserang AS

Kolombo dilanda berita duka. Dari kantor-kantor pemerintah hingga pelabuhan di Galle, suasana tegang menyelimuti setelah sebuah kapal perang Iran, Iris Dena, tenggelam di perairan selatan negara ini. Wakil Menteri Luar Negeri Arun Hemachandra dengan suara berat menyebut angka korban tewas sementara: setidaknya 80 orang.

Menurut Menteri Luar Negeri Vijitha Herath, kapal itu membawa 180 orang saat mengirimkan panggilan darurat yang memilukan. Itu terjadi sekitar subuh, 25 mil di selatan pelabuhan Galle. Seketika, misi pencarian dan penyelamatan besar-besaran diluncurkan oleh otoritas Sri Lanka.

“Upaya penyelamatan terus berlanjut,” ujar juru bicara angkatan laut, Buddhika Sampath.

“Fokus utama operasi adalah untuk membantu para korban selamat,” tambahnya.

Kapal Iran itu bukanlah kapal sembarangan. Ia baru saja berpartisipasi dalam latihan angkatan laut ‘Milan’ yang digelar India di Teluk Bengal, dari 18 hingga 25 Februari. Setelah singgah di sebuah pelabuhan India timur, Iris Dena sedang dalam pelayaran pulang menuju Iran ketika nasib buruk menimpa.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di laut lepas itu? Sebuah narasi gelap mulai mengemuka. Seorang pejabat senior Sri Lanka yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, Kedutaan Iran di Kolombo telah menyampaikan pesan melalui jalur belakang. Intinya: mereka yakin kapal mereka menjadi sasaran serangan Amerika Serikat.

Klaim Iran lebih spesifik lagi. Mereka meyakini kemampuan pertahanan dan serangan balik kapal mereka telah dinonaktifkan secara elektromagnetik sebelum serangan dilancarkan. Meski begitu, pemerintah Iran sendiri masih menahan diri untuk memberikan pernyataan resmi.

Di sisi lain, sumber pertahanan Sri Lanka yang lain punya gambaran lain. Menurut mereka, tampaknya Iris Dena terkena dua torpedo yang menghantam bagian tengah kapal secara mematikan.

Analis pertahanan ternama Sri Lanka, Rohan Gunaratna, mengkonfirmasi bahwa ia mendapat informasi serupa. “Saya telah diberitahu bahwa kapal tersebut menjadi sasaran AS dalam serangan torpedo dari kapal selam,” katanya. Gunaratna dikenal memiliki jaringan informasi yang luas di kalangan militer.

Serangan ini bukanlah insiden yang berdiri sendiri. Ia seperti babak baru dalam konflik yang sudah memanas. Keterlibatan AS jika benar menandai eskalasi yang serius. Sebelumnya, serangan militer besar-besaran AS telah menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan puluhan pejabat tinggi lainnya.

Iran pun tak tinggal diam. Mereka telah membalas dengan meluncurkan serangan rudal di berbagai titik di Timur Tengah dan menutup total Selat Hormuz jalur pengiriman minyak paling vital di dunia. Pertukaran serangan masih berlanjut hingga hari kelima, termasuk serangan Israel ke Teheran.

Dalam gejolak ini, posisi Sri Lanka cukup delicu. Presiden Anura Kumara Dissanayake lewat akun Twitternya justru menyatakan solidaritas dengan Uni Emirat Arab, yang menjadi sasaran serangan balasan Iran. “Sri Lanka berdiri teguh bersama UEA dan siap membantu dengan cara apa pun yang bisa dilakukan,” cuitnya.

Pernyataan itu tentu menarik. Sementara di lepas pantai selatannya, upaya penyelamatan untuk korban kapal Iran masih berjalan, dengan harapan menemukan lebih banyak lagi orang yang selamat dari tragedi kelam di laut itu.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar