Rencananya, acara ini bakal digelar tiap tahun. Lokasinya? Pramono punya usul. “Saya akan gagas diadakan setiap bulan Juni, diadakan di Monas. Nanti tuan rumahnya jangan kita semua, tetapi secara resmi tuan rumahnya adalah pemerintah DKI Jakarta,” jelasnya.
Dia tampak optimis. Menurutnya, gelaran semacam ini akan membawa berkah. Tak cuma itu, Pramono juga menyelipkan ide lain.
Dia ingin ada ‘Betawi Night’ untuk menyambut tamu negara. “Saya meyakini kalau ini terus-menerus kita adakan, apakah Betawi Night dalam rangka menyambut tamu negara siapa pun, pasti Betawi ini juga akan menjadi kebanggaan bagi kita semua,” katanya.
Jadi, selain haul, ada juga wacana untuk memamerkan kekayaan budaya Betawi di tingkat internasional. Semua masih rencana, tentu saja. Tapi niatnya sudah jelas: mengangkat dan menghormati warisan lokal yang selama ini mungkin kurang mendapat panggung.
Artikel Terkait
Perbasi Peringatkan Masyarakat Soal Maraknya Penipuan Atas Nama Organisasi
Gus Yahya Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran, Desak Indonesia Ambil Peran Mediasi
Gempa Magnitudo 5,0 dan 5,1 Guncang Maluku Barat Daya dan Laut Banda, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Trump Buka Kemungkinan Kirim Pasukan Darat ke Iran Jika Terpilih Kembali