Ibas Peringatkan Dampak Konflik Iran-Israel-AS ke Stabilitas dan Ekonomi Indonesia

- Senin, 02 Maret 2026 | 23:10 WIB
Ibas Peringatkan Dampak Konflik Iran-Israel-AS ke Stabilitas dan Ekonomi Indonesia

Daya beli masyarakat otomatis melemah. Belum lagi potensi gangguan pada ekspor-impor kita jika ketegangan di jalur pelayaran strategis makin menjadi.

“Kita harus mengantisipasi dampak rambatan ekonomi global ini dengan langkah yang terukur,” tegas Ibas, menekankan pentingnya kebijakan yang tepat sasaran untuk menjaga stabilitas.

Langkah Strategis: Dari Energi Hingga Diplomasi

Menanggapi dinamika ini, Ibas menawarkan tiga pilar langkah. Pertama, penguatan ketahanan energi. Ini berarti percepatan pengembangan EBT, diversifikasi sumber impor, dan meningkatkan produksi serta cadangan energi dalam negeri.

Kedua, menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi rakyat. Perlu koordinasi ketat antara kebijakan fiskal dan moneter untuk antisipasi inflasi. Daya beli kelompok rentan harus diamankan, harga pokok dikendalikan, sementara UMKM dan industri domestik diperkuat sebagai benteng.

“Dalam situasi global yang sulit, perlindungan terhadap rakyat harus menjadi prioritas utama,” kata Anggota Dapil Jawa Timur VII tersebut.

Pilar ketiga adalah diplomasi. Ibas menegaskan Indonesia harus tetap konsisten pada politik luar negeri bebas-aktif. Bukan netral tanpa sikap, melainkan aktif mendorong perdamaian. Caranya dengan mengedepankan dialog di forum multilateral, menjadikan Indonesia sebagai bagian dari solusi.

Berdiri Teguh di Tengah Gejolak

Ibas juga mengingatkan amanat konstitusi untuk ikut menjaga ketertiban dunia. Nilai-nilai Pancasila, katanya, harus jadi kompas moral diplomasi kita.

“Indonesia tidak boleh terjebak dalam polarisasi global. Kita adalah bangsa besar yang konsisten menolak perang dan kekerasan. Kita harus menjadi bangsa yang kokoh dalam nilai, kuat dalam ekonomi, dan bijak dalam diplomasi,” ujarnya.

Ia mengajak semua pihak, dari pemerintah hingga masyarakat, untuk memperkuat persatuan dan gotong royong. Stabilitas dalam negeri, menurutnya, adalah kunci utama menghadapi guncangan dari luar.

“Di tengah gejolak geopolitik global, Indonesia harus berdiri teguh sebagai jangkar stabilitas dan suara moral bagi perdamaian dunia,” pungkas Ibas.

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar