Ledakan mengguncang fajar di Teluk. Sabtu pagi itu, wilayah Iran diserang dalam operasi besar-besaran yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Targetnya jelas: menghapus ancaman yang mereka sebut datang dari rezim di Teheran.
Namun begitu, dampaknya ternyata lebih dalam dari sekadar ledakan. Dari laporan sejumlah sumber yang mengetahui operasi militer Israel, disebutkan bahwa Menteri Pertahanan Iran, Amir Nasirzadeh, tewas dalam serangan tersebut. Bukan cuma dia. Komandan Garda Revolusi Iran, Mohammed Pakpour, juga dilaporkan menjadi korban.
Kabar ini tentu saja mengguncang. Sampai saat ini, belum ada konfirmasi resmi sama sekali dari pihak Iran maupun Israel soal nasib kedua pejabat tinggi itu. Keheningan mereka justru mencekam.
Di sisi lain, pernyataan resmi justru datang dalam bentuk lain. Baik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu maupun Presiden AS Donald Trump merilis pernyataan video terpisah. Isinya tak cuma klaim keberhasilan operasi, tapi juga mengisyaratkan dukungan untuk perubahan pemerintahan di Iran. Pesannya jelas dan provokatif.
Artikel Terkait
MPR RI dan Liga Muslim Dunia Perkuat Kerja Sama Kemanusiaan dan Pendidikan
Prabowo: Kebersamaan Imlek dan Ramadan Cerminkan Kekuatan Indonesia
Dua Korban Bacokan Saat Sahur Keliling Picu Aksi Pembakaran Rumah di Gresik
Menteri Agama Ajak Umat Muslim Gembleng Akhlak di Bulan Ramadan