Namun begitu, kerinduannya tak berhenti di situ. Dia juga merindukan kehangatan kampung halaman, terutama selepas salat tarawih. Menurutnya, suasana kebersamaan itu yang sulit dicari di Jakarta.
"Suasana masjid di kampung beda," jelasnya dengan mata berbinar. "Setelah tarawih biasanya warga nggak langsung pulang, tapi ngobrol dulu. Ada rasa kebersamaan yang jarang saya rasakan di Jakarta."
Rencananya, dia akan menetap di kampung hingga Lebaran hari pertama. Menyimpan setiap detik kebersamaan itu.
Di sisi lain, rasa rindu serupa menggayuti Rina (27). Karyawan swasta yang hendak menuju Semarang ini tak mau ambil risiko. Dia sengaja mengambil cuti lebih awal, didorong kekhawatiran yang praktis: harga tiket yang melambung tinggi dan sulitnya mendapatkan kursi jika mudik terlalu mepet dengan hari raya.
Artikel Terkait
Dua Badut Diduga Curi Motor Saat Warga Salat Jumat di Lamongan
Sekjen Kemendagri: Atasi Kemiskinan Perlu Kesepakatan Indikator dan Data Akurat
BMKG Peringatkan Akun Telegram Palsu Sebar Informasi Gempa Palsu
Iran Ancam Balas Serangan AS-Israel, Desak DK PBB Bertindak