Stasiun Gambir pagi itu terasa berbeda. Keriuhan yang biasa ada, seakan bertambah satu tingkat lebih tinggi. Ya, awal Ramadan kali ini memang menyedot lebih banyak orang. Banyak perantau, rupanya, memilih untuk mengawali mudik mereka lebih cepat. Tujuannya sederhana: menikmati bulan suci ini di tengah keluarga di kampung halaman.
Di tengah kerumunan itu, ada Wiwid (34). Perempuan asal Yogyakarta ini sudah lima tahun lamanya terikat kesibukan kerja di ibu kota, hingga tak sempat pulang. Tahun ini, tekadnya bulat. "Memang sudah niat dari tahun lalu, kayaknya tahun ini pulang pas puasa saja," ujarnya.
Sabtu (28/2/2026) siang, di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, dia bercerita. "Sudah 5 tahun nggak pulang karena kerjaan. Saya juga mau nemenin orang tua, apalagi mereka sudah cukup tua."
Ada satu momen yang paling dia rindukan: sahur. Bukan hanya makanannya, tapi ritual dibangunkan oleh ibunya. Itu yang bikin minggu-minggu pertama puasa di perantauan terasa berat.
"Yang paling saya kangen itu sahur dibangunin ibu," ungkap Wiwid. Suaranya terdengar haru. "Minggu-minggu pertama kemarin terasa sedih ya sahur sendirian, kadang malah nggak sahur."
Artikel Terkait
Dua Badut Diduga Curi Motor Saat Warga Salat Jumat di Lamongan
Sekjen Kemendagri: Atasi Kemiskinan Perlu Kesepakatan Indikator dan Data Akurat
BMKG Peringatkan Akun Telegram Palsu Sebar Informasi Gempa Palsu
Iran Ancam Balas Serangan AS-Israel, Desak DK PBB Bertindak