Perang Sarung di Grobogan Berakhir Tragis, Seorang Pelajar Tewas
Malam itu, usai tarawih, pesan singkat berantai di WhatsApp mengubah segalanya. Apa yang awalnya mungkin hanya ajakan main biasa, berujung pada petaka di Desa Termas, Karangrayung, Grobogan. Seorang pelajar SMP, ZMR (16), meninggal dunia setelah terlibat dalam aksi yang mereka sebut "perang sarung".
Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Rizky Ari Budianto, memaparkan kronologinya. Semuanya berawal sekitar pukul 21.45 WIB, tak lama setelah salat tarawih rampung. Melalui grup chat, ZMR mengajak lima teman sebayanya untuk main. Ajakan itu diterima. Mereka lalu janjian bertemu di lapangan sepak bola desa setempat, menjelang tengah malam.
"Keterangan saksi, korban tidak dikeroyok. Tapi berkelahi satu lawan satu menggunakan sarung secara bersamaan," jelas Rizky.
Ia melanjutkan, ujung sarung sengaja diikat simpul agar keras saat diayun. Enam remaja yang ternyata bertetangga itu lalu membagi diri, tiga lawan tiga. Aksi pun dimulai.
Namun di tengah keriangan yang salah tempat itu, keadaan berubah. ZMR tiba-tiba terlihat lemas. Napasnya tersengal, lalu ia terjatuh dan tak sadarkan diri. Rekannya langsung panik. Aksi dihentikan. Mereka membopong ZMR ke pinggir lapangan, lalu membawanya pulang dalam kondisi masih pingsan.
Keluarga yang melihatnya langsung kalut. ZMR segera dilarikan ke Puskesmas Karangrayung. Sayangnya, nyawanya tak tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSUD Dr Soedjati Soemodiardjo untuk autopsi, guna mengetahui penyebab kematian yang pasti.
Akibat insiden ini, polisi mengamankan enam remaja berusia 14 hingga 18 tahun. Lima di antaranya masih pelajar. "Kami amankan enam anak yang semuanya tetangga korban. Untuk peran mereka masih didalami," kata Rizky. Mereka semua kini menjalani pemeriksaan intensif.
Artikel Terkait
Kaspersky Ungkap Skema Phishing Baru yang Menyamar sebagai Notifikasi Google Tasks
Jasa Raharja Klaim Tak Ada Tunggakan Klaim Kecelakaan Arus Mudik Lebaran 2026
Depok Rencanakan Pembangunan Pabrik Pengolahan Sampah 1.000 Ton per Hari di TPA Cipayung
Samsat Pandeglang Razia dan Ancang Door to Door untuk Penunggak Pajak Kendaraan