“Negara-negara harus bersiap,” ujarnya. Persiapan itu, lanjut dia, harus menyeluruh. Mulai dari membangun infrastruktur digital yang kokoh, menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni, hingga merancang regulasi yang tepat. Semuanya harus berjalan beriringan.
Alasannya sederhana namun berdampak luas. Ekonomi dunia, kata Jokowi, sedang bergeser. Dulu kita mengenal ekonomi konvensional, lalu beralih ke ekonomi digital. Namun di masa depan, yang akan berkuasa adalah intelligent economy ekonomi yang digerakkan oleh kecerdasan buatan.
Di sisi lain, Jokowi juga menekankan satu hal yang tak kalah penting: kedaulatan data. Dalam era di mana data adalah minyak baru, kemampuan sebuah negara untuk menguasai dan melindungi datanya sendiri adalah sebuah keharusan. Tanpa itu, kita hanya akan jadi penonton di revolusi yang kita ciptakan bersama.
Peringatannya jelas. Waktunya tak lama lagi. Dan persiapan harus dimulai hari ini juga.
Artikel Terkait
Driver Ojol Meninggal Diduga Akibat Sakit Usai Antar Paket di Bogor
Prabowo Apresiasi Peran Positif Rusia dalam Pertemuan Bilateral dengan Putin
Mertua Buka Suara, Konfirmasi Lindi Hamil Sebelum Nikahi Virgoun
Prabowo Temui Putin di Kremlin, Bahas Konsultasi Geopolitik dan Kerja Sama Ekonomi-Energi