Di sisi lain, dia menyebut bahwa pilihan utamanya tetaplah diplomasi. Pernyataan yang agak kontras dengan aksi militer yang sedang berlangsung.
Dan aksi itu nyata. Belakangan ini, AS telah mengerahkan dua kekuatan laut terbesarnya. Kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di kawasan Timur Tengah. Tak ketinggalan, USS Gerald R Ford kapal induk terbesar di dunia juga telah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani. Posisinya cukup strategis.
Jadi, meski kata-kata di podium bicara soal diplomasi, gelombang baja di laut justru menyuarakan hal yang berbeda. Situasinya memang rumit, dan dunia hanya bisa menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Kaesang Soroti Banyak Mantan Kader Partai Lain Pimpin Wilayah PSI
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Simeulue, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi
Poco X8 Pro Series Terjual Lebih dari 30.000 Unit dalam 24 Jam di Indonesia