Di sisi lain, dia menyebut bahwa pilihan utamanya tetaplah diplomasi. Pernyataan yang agak kontras dengan aksi militer yang sedang berlangsung.
Dan aksi itu nyata. Belakangan ini, AS telah mengerahkan dua kekuatan laut terbesarnya. Kapal induk USS Abraham Lincoln sudah berada di kawasan Timur Tengah. Tak ketinggalan, USS Gerald R Ford kapal induk terbesar di dunia juga telah tiba di pangkalan AS di Teluk Souda, Yunani. Posisinya cukup strategis.
Jadi, meski kata-kata di podium bicara soal diplomasi, gelombang baja di laut justru menyuarakan hal yang berbeda. Situasinya memang rumit, dan dunia hanya bisa menunggu langkah selanjutnya.
Artikel Terkait
Ledakan Bahan Peledak di Fasilitas Dekat Zurich Lukai Dua Orang
Casemiro Dilaporkan Pilih AC Milan Ketimbang MLS
Jadwal Imsak dan Salat Hari Ini untuk DKI Jakarta dan Kepulauan Seribu
Menko Agus: Pembangunan Infrastruktur Harus Sediakan Ruang Kreatif bagi Generasi Muda