Modal Saja Tidak Cukup
Nah, di sini pelajarannya menarik. Program ini menemukan bahwa akses modal saja ternyata tak menjamin kesuksesan. Harus dipadukan dengan kemampuan mengelolanya. Faktanya, 74% pengusaha mengaku tidak pernah menggunakan layanan pendukung bisnis. Padahal, mereka yang terlibat dengan layanan semacam itu jauh lebih mungkin mengalami peningkatan pendapatan.
Pendekatan Mastercard Strive coba menjawab ini. Mereka memanfaatkan mentor lokal dan platform digital seperti MicroMentor untuk memberikan pendampingan yang fleksibel. Pendekatan berbasis kepercayaan ini terbukti ampuh.
Ambil contoh Halim, pemilik toko pakaian di Purwakarta. Dia baru bisa dapat pinjaman Rp20 juta setelah dibimbing seorang mentor lokal bernama Dedeh. Proses administrasi jadi lancar, dan yang penting, kepercayaan dirinya dalam berbisnis pulih kembali.
Kunci Utamanya: Kolaborasi
Laporan tiga tahun ini memberikan pelajaran berharga. Dukungan pemerintah, bila dipadukan dengan kelincahan sektor swasta, sangat penting untuk membangun kepercayaan. Kesuksesan program di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat tak lepas dari penyelarasan dengan tujuan pemerintah daerah, fasilitator komunitas, serta jaringan pembelajaran yang dibangun.
Subhashini Chandran dari Mastercard Center for Inclusive Growth menambahkan analisis yang cukup tajam.
Ke depan, komitmen untuk memperkuat UMK tetap harus jadi prioritas. Keberhasilan tak cuma diukur dari berapa banyak yang dijangkau, tapi dari seberapa efektif dukungan itu diterapkan dan bagaimana kehidupan para pengusaha itu benar-benar berubah menjadi lebih baik.
Artikel Terkait
Legenda Persija dan Timnas Era 70-an, Sutan Harhara, Meninggal Dunia
Kaesang Soroti Banyak Mantan Kader Partai Lain Pimpin Wilayah PSI
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Simeulue, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami
Brimob Polda Metro Jaya Amankan Empat Orang dan 25 Gram Narkoba dalam Patroli Cipta Kondisi