Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Kabul Kecam Pelanggaran Kedaulatan

- Minggu, 22 Februari 2026 | 16:15 WIB
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Kabul Kecam Pelanggaran Kedaulatan

MURIANETWORK.COM - Pasukan Pakistan melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah timur dan tenggara Afghanistan pada Minggu (22 Februari 2026). Serangan yang dikonfirmasi oleh militer Pakistan dan dikutip oleh media Afghanistan ini menargetkan sejumlah distrik di Provinsi Nangarhar dan Paktika. Pemerintah Afghanistan mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan yang menimbulkan korban jiwa di kalangan sipil, sementara Pakistan menyebutnya sebagai operasi balasan berbasis intelijen terhadap kamp-kam teroris.

Lokasi dan Sasaran Serangan

Berdasarkan laporan media lokal Afghanistan, serangan udara terjadi di beberapa titik. Di Provinsi Nangarhar, serangan dilaporkan menyasar distrik Khogyani, Ghani Khel, dan Behsud. Sementara di Provinsi Paktika, distrik Barmal dan Urgun juga menjadi lokasi serangan. Dalam satu insiden di distrik Behsud, sebuah rumah warga sipil dikabarkan terkena dampak serangan.

Juru bicara Kepolisian Nangarhar, Sayed Tayyeb Hammad, memberikan keterangan lebih rinci mengenai insiden tersebut. "Dua puluh tiga anggota keluarga terjebak di bawah reruntuhan setelah sebuah rumah warga sipil dihantam di distrik Behsud," jelasnya. Ia menambahkan bahwa empat orang telah berhasil diselamatkan dan operasi pencarian serta penyelamatan masih terus dilakukan di lokasi.

Klaim dan Kecaman dari Pihak Berwenang

Pernyataan resmi dari kedua pihak menunjukkan narasi yang sangat berbeda. Pemerintah Afghanistan, melalui juru bicaranya Zabihullah Mujahid, mengeluarkan kecaman keras. "Lingkaran militer Pakistan tertentu sekali lagi melanggar wilayah Afghanistan," tulis Mujahid.

Dia lebih lanjut menegaskan, "Tadi malam, mereka mengebom warga sipil kita di Provinsi Nangarhar dan Paktika, menewaskan dan melukai puluhan orang, termasuk wanita dan anak-anak."

Mujahid juga menyampaikan kritik yang lebih luas, "Para jenderal Pakistan mengkompensasi kelemahan keamanan di negara mereka sendiri melalui kejahatan semacam itu."

Di sisi lain, Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan memberikan justifikasi yang berbeda. "Pakistan, sebagai respons pembalasan, telah melakukan penargetan selektif berdasarkan intelijen terhadap tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris milik Taliban Pakistan dari Fitna al Khwarij (FAK) dan afiliasinya serta Negara Islam Provinsi Khorsan (ISKP) di wilayah perbatasan," bunyi pernyataan resmi mereka pada Minggu pagi.

Latar Belakang Ketegangan Perbatasan

Menurut pernyataan resmi Pakistan, serangan udara ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Operasi tersebut disebut sebagai aksi balasan setelah insiden bom bunuh diri baru-baru ini di Pakistan, serta pembunuhan terhadap dua personel keamanan mereka di Khyber Pakhtunkhwa pada hari Sabtu. Pihak Pakistan telah bersumpah untuk tidak membiarkan serangan dari wilayah Afghanistan tanpa jawaban yang tegas.

Kementerian tersebut juga menyampaikan pesan diplomatik yang tegas. "Pakistan mengharapkan dan menegaskan kembali kepada Pemerintah Sementara Afghanistan untuk memenuhi kewajibannya dan menolak penggunaan wilayahnya oleh Khwarij dan teroris terhadap Pakistan karena keselamatan dan keamanan rakyat Pakistan adalah yang utama," tambah pernyataan itu.

Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai jumlah korban jiwa secara pasti masih belum jelas. Laporan awal dari sumber keamanan Afghanistan menyebutkan tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam serangan di distrik Barmal dan Urgun, Provinsi Paktika. Namun, klaim dari pihak Afghanistan mengenai korban sipil menunjukkan situasi di lapangan yang masih berkembang dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar