Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Kabul Kecam Pelanggaran Kedaulatan

- Minggu, 22 Februari 2026 | 16:15 WIB
Pakistan Lancarkan Serangan Udara ke Afghanistan, Kabul Kecam Pelanggaran Kedaulatan

Mujahid juga menyampaikan kritik yang lebih luas, "Para jenderal Pakistan mengkompensasi kelemahan keamanan di negara mereka sendiri melalui kejahatan semacam itu."

Di sisi lain, Kementerian Informasi dan Penyiaran Pakistan memberikan justifikasi yang berbeda. "Pakistan, sebagai respons pembalasan, telah melakukan penargetan selektif berdasarkan intelijen terhadap tujuh kamp dan tempat persembunyian teroris milik Taliban Pakistan dari Fitna al Khwarij (FAK) dan afiliasinya serta Negara Islam Provinsi Khorsan (ISKP) di wilayah perbatasan," bunyi pernyataan resmi mereka pada Minggu pagi.

Latar Belakang Ketegangan Perbatasan

Menurut pernyataan resmi Pakistan, serangan udara ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Operasi tersebut disebut sebagai aksi balasan setelah insiden bom bunuh diri baru-baru ini di Pakistan, serta pembunuhan terhadap dua personel keamanan mereka di Khyber Pakhtunkhwa pada hari Sabtu. Pihak Pakistan telah bersumpah untuk tidak membiarkan serangan dari wilayah Afghanistan tanpa jawaban yang tegas.

Kementerian tersebut juga menyampaikan pesan diplomatik yang tegas. "Pakistan mengharapkan dan menegaskan kembali kepada Pemerintah Sementara Afghanistan untuk memenuhi kewajibannya dan menolak penggunaan wilayahnya oleh Khwarij dan teroris terhadap Pakistan karena keselamatan dan keamanan rakyat Pakistan adalah yang utama," tambah pernyataan itu.

Hingga berita ini diturunkan, informasi mengenai jumlah korban jiwa secara pasti masih belum jelas. Laporan awal dari sumber keamanan Afghanistan menyebutkan tidak ada korban jiwa yang tercatat dalam serangan di distrik Barmal dan Urgun, Provinsi Paktika. Namun, klaim dari pihak Afghanistan mengenai korban sipil menunjukkan situasi di lapangan yang masih berkembang dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar