Sabtu lalu (21/2), suasana di Ma'had Islam Rafiatul Akhyar Institute atau MIRA Institute di Pandeglang terasa berbeda. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, hadir di sana dalam rangkaian Safari Ramadan-nya. Acara berlangsung khidmat, penuh nuansa refleksi di bulan suci.
Usai kegiatan, AHY menyampaikan pandangannya tentang arah pembangunan. Menurutnya, membangun Indonesia tidak boleh sekadar soal fisik. Jalan tol, pelabuhan, bandara itu penting, tapi bukan segalanya.
“Pembangunan nasional kita tidak semata-mata berfokus pada infrastruktur fisik,” ujar AHY.
Ia lantas menekankan aspek lain yang kerap terabaikan. “Tetapi juga pada pembangunan nilai, karakter, dan integritas,” tambahnya.
Pernyataan itu seperti pengingat. Selama ini, pembicaraan tentang kemajuan memang sering terjebak pada hal-hal yang kasat mata. Gedung-gedung menjulang, jalan mulus, itu yang mudah dilihat dan dipamerkan. Namun begitu, fondasi sebuah bangsa sejatinya terletak lebih dalam. Pada manusianya.
Nilai, karakter, integritas. Tiga kata itu yang coba ditekankan AHY. Tanpa ketiganya, infrastruktur sehebat apapun bisa jadi kurang bermakna. Bahkan, rentan disalahgunakan.
Pesan ini disampaikannya di sebuah institusi pendidikan, tempat yang tepat untuk membicarakan masa depan. Safari Ramadan kali ini bukan cuma seremonial belaka, melainkan juga momentum untuk menegaskan visi. Pembangunan yang holistik, yang menyentuh hati dan pikiran, bukan hanya tanah dan beton.
Artikel Terkait
Polemik Unggahan DS Buka Kritik terhadap Sistem Ikatan Beasiswa LPDP
Pemerintah Tegaskan Perjanjian Dagang dengan AS Tak Korbankan Kedaulatan Data
Polda Riau Gelar Balap Lari 100 Meter untuk Antisipasi Balap Liar di Ramadan
BMKG Peringatkan Potensi Hujan Disertai Petir di Jakarta Malam hingga Dini Hari