Tiga Migran Tewas, Puluhan Diselamatkan dalam Kapal Terbalik di Dekat Kreta

- Minggu, 22 Februari 2026 | 02:10 WIB
Tiga Migran Tewas, Puluhan Diselamatkan dalam Kapal Terbalik di Dekat Kreta

MURIANETWORK.COM - Tiga migran dilaporkan tewas dan puluhan lainnya diselamatkan setelah perahu kayu yang mereka tumpangi terbalik di perairan dekat Pulau Kreta, Yunani. Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (22/2/2026) saat sebuah kapal penyelamat mendekati perahu migran tersebut, memicu gerakan mendadak yang menyebabkan perahu kecil itu oleng dan tenggelam. Operasi pencarian dan penyelamatan besar-besaran segera diluncurkan untuk menemukan korban selamat di tengah rute migrasi berbahaya yang semakin sering digunakan.

Operasi Penyelamatan Diluncurkan

Pusat Pencarian dan Penyelamatan Yunani dengan sigap mengoordinasikan upaya pertolongan. Mereka memerintahkan sebuah kapal komersial di sekitar lokasi untuk segera memberikan bantuan pertama. Dari peristiwa ini, dua puluh orang berhasil dievakuasi dari laut. Para korban selamat didominasi warga Mesir dan Sudan, termasuk empat anak-anak yang ikut dalam pelayaran penuh risiko itu.

Menyusul laporan awal, upaya pencarian diperluas dengan melibatkan lebih banyak armada. "Pencarian korban selamat terus dilakukan dengan empat kapal patroli, sebuah pesawat, dan dua kapal dari badan perbatasan Eropa Frontex," jelas juru bicara penjaga pantai Yunani.

Kronologi Insiden yang Memilukan

Berdasarkan informasi dari penyiar publik Yunani ERT, musibah terjadi tepat pada momen yang seharusnya menjadi pertolongan. Saat kapal penyelamat mendekat dan para migran berusaha naik menggunakan tangga, sebuah pergerakan tiba-tiba membuat perahu kayu yang sudah rapuh itu kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik. Suasana harapan berubah seketika menjadi kepanikan di tengah gulungan ombak.

Para penyintas yang berhasil diselamatkan kemudian memberikan kesaksian yang memperjelas skala tragedi ini. Mereka memperkirakan sekitar 50 orang berada di atas perahu kayu yang terbalik itu, menunjukkan betapa padat dan rentannya kondisi kapal tersebut.

Rute Berbahaya Menuju Harapan

Insiden di perairan Kreta ini bukanlah yang pertama dan menggarisbawahi kompleksitas krisis kemanusiaan di Mediterania. Dalam lebih dari setahun terakhir, rute dari Libya menuju Kreta yang dianggap sebagai gerbang masuk ke Uni Eropa telah menjadi alternatif yang dipilih banyak migran meski dikenal berbahaya. Bahkan, pada hari yang sama, sebuah perahu kedua yang membawa sekitar empat puluh migran terlihat di daerah yang sama, memicu operasi penyelamatan terpisah.

Data dari Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) memberikan konteks yang suram. Sepanjang tahun 2025 saja, lebih dari 16.770 pencari suaka tiba di Kreta. Angka korban jiwa juga tidak kecil; UNHCR mencatat 107 orang meninggal atau hilang di perairan Yunani pada tahun yang sama.

Respons Kebijakan di Tengah Tekanan

Meningkatnya arus kedatangan ini telah mendorong berbagai respons kebijakan. Pemerintah Yunani, misalnya, mengambil langkah dengan menangguhkan pemrosesan permohonan suaka selama tiga bulan pada musim panas lalu. Kebijakan ini khususnya diterapkan bagi migran yang datang dari Libya, mencerminkan tekanan operasional dan politik yang dihadapi negara-negara pintu masuk Uni Eropa. Setiap insiden seperti di perairan Kreta ini kembali menyoroti dilema antara penegakan perbatasan dan kewajiban untuk memberikan perlindungan, di tengah laut yang telah menelan banyak korban.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar