Mengamati langsung kemajuan fisik bangunan, Nasaruddin memberikan konfirmasi. "Di seberang Masjid Negara, juga tengah dibangun Gereja Besar (Basilika) yang akan menjadi pusat peribadatan umat Katolik di kawasan OIKN. Progres pembangunannya kini telah memasuki tahap akhir dan segera difungsikan," ungkapnya.
IKN: Simbol Persatuan dalam Keragaman
Peninjauan ini bukan sekadar pemeriksaan proyek biasa, melainkan bagian dari visi besar pembangunan IKN. Menag menyampaikan bahwa pendirian rumah ibadah di ibu kota baru dirancang untuk mencakup seluruh agama yang diakui di Indonesia. Hal ini, menurutnya, merupakan perwujudan nyata dari semangat kebersamaan dan saling menghormati yang menjadi fondasi bangsa.
Dukungan dari pimpinan negara juga ia sampaikan untuk menegaskan komitmen politik ini. "Insya Allah, di bawah arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto serta dukungan penuh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, kawasan ini akan menghadirkan rumah ibadah bagi seluruh agama di Indonesia sebagai simbol persatuan, toleransi, dan harmoni dalam keberagaman," pungkas Menag.
Sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar menutup penjelasannya dengan refleksi yang mendalam. Keberadaan berbagai rumah ibadah yang berdampingan di IKN, tuturnya, adalah penegasan bahwa Indonesia memang dibangun di atas asas penghormatan dan kebersamaan dalam perbedaan.
Artikel Terkait
Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.030 per Dolar AS di Awal Perdagangan
Gempa Magnitudo 3,8 Guncang Larantuka Dini Hari, Tidak Ada Laporan Kerusakan
Pabrik Melamin Rp10,2 Triliun, Terbesar di Indonesia, Dibangun di KEK Gresik
Benda Mirip Torpedo di Gili Trawangan Ternyata Alat Penelitian Laut