LPDP Tegur Alumni yang Viral Ucapkan Cukup Aku Saja yang WNI

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 01:05 WIB
LPDP Tegur Alumni yang Viral Ucapkan Cukup Aku Saja yang WNI

Gara-gara sebuah video di Instagram, seorang alumni penerima beasiswa LPDP ramai jadi perbincangan. Dalam unggahan yang viral itu, seorang perempuan dengan inisial DS terlihat begitu girang membuka sebuah paket berisi dokumen kewarganegaraan Inggris untuk anak keduanya. Yang bikin publik gerah, dia dengan lantang bilang, "cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan."

Kalimat itu, tentu saja, langsung memantik badai komentar. Banyak yang mempertanyakan integritasnya sebagai penerima beasiswa negara, apalagi kabarnya sang suami yang juga awardee LPDP masih punya kewajiban pengabdian yang belum tuntas. Mereka saat ini menetap di Inggris.

Menanggapi riuhnya polemik ini, LPDP akhirnya angkat bicara melalui akun Instagram resminya. Lembaga itu menyatakan rasa sayang atas kejadian yang dipicu oleh alumni mereka tersebut.

"LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa,"

Begitu bunyi pernyataan mereka, Jumat lalu.

Soal kewajiban, LPDP menegaskan aturannya jelas: setiap awardee wajib mengabdi di Indonesia selama dua kali masa studi, ditambah satu tahun. Untuk DS yang menempuh studi dua tahun, berarti total komitmennya adalah lima tahun. Namun begitu, lembaga itu mengklarifikasi bahwa DS sebenarnya sudah dinyatakan lulus sejak Agustus 2017 dan telah menyelesaikan seluruh masa pengabdiannya. Artinya, secara hukum, tidak ada lagi ikatan antara dia dengan LPDP.

Meski hubungan hukum sudah putus, LPDP tak tinggal diam. Mereka berjanji akan menghubungi DS untuk mengingatkan soal etika bermedia sosial. "Agar yang bersangkutan dapat lebih bijak, memperhatikan sensitivitas publik, serta memahamkan kembali kewajiban kebangsaan untuk mengabdi kepada negeri," tambah pernyataan itu.

Video yang jadi sumber masalah itu diunggah oleh akun @sasetyaningtyas. Dengan penuh semangat, DS membuka paket yang dinantikannya. Isinya? Selembar surat resmi dari Home Office Inggris yang mengonfirmasi status kewarganegaraan anaknya, plus paspor biru yang ikut dikirim.

"Ini paket bukan sembarang paket, isinya adalah sebuah dokumen yang penting banget yang merubah nasib dan masa depan anak-anakku,"

katanya dalam video.

Dia kemudian menunjukkan surat itu ke kamera. "Ini adalah surat dari Home Office Inggris yang menyatakan kalau anak aku yang kedua sudah diterima jadi WN Inggris," ujarnya. Nada bahagianya tak terbendung.

Di sisi lain, pernyataannya tentang kewarganegaraan itu yang akhirnya memicu gelombang kritik. Dalam bahasa Inggris campur Indonesia, dia berujar, "I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan. Kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu."

Ucapan itulah yang menggumpalkan banyak rasa tak suka. Bagi banyak netizen, ini bukan sekadar soal pilihan hidup, tapi terasa seperti pengingkaran dari semangat beasiswa yang seharusnya dibawa pulang untuk membangun negeri.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar