Seorang guru di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi, harus mengalami hal yang memilukan. Agus Saputra, namanya, dikeroyok oleh sejumlah muridnya sendiri. Peristiwa ini tentu saja mengejutkan banyak pihak dan memantik kecaman keras.
Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, tak tinggal diam. Ia langsung menyuarakan penolakannya.
“Kami mengecam keras setiap bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk peristiwa di SMK tersebut. Kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan di lingkungan pendidikan,”
tegas Hetifah kepada para wartawan, Jumat (16/1/2026) lalu.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar semua pihak berhati-hati. Menyelidiki dan mengklarifikasi fakta secara utuh itu penting. Menurutnya, penanganan kasus ini harus adil dan proporsional tidak boleh gegabah.
“Dengan tetap menjamin perlindungan bagi guru, pembinaan bagi peserta didik, serta penguatan pendidikan karakter dan kewibawaan sekolah agar kejadian serupa tidak terulang,”
tuturnya lagi, menekankan pentingnya pencegahan jangka panjang.
Pandangan serupa datang dari Wakil Ketua Komisi X yang lain, Lalu Hadrian Irfani. Ia melihat ini sebagai bukti nyata dari lemahnya pendidikan karakter di lapangan. Persoalannya bukan sekadar konflik, tapi lebih mendasar: bagaimana nilai-nilai dasar kemanusiaan dan rasa hormat justru luntur di tempat seharusnya mereka ditanamkan.
Artikel Terkait
iCAR V23 Luncurkan Mobil Listrik dengan Sistem Kendali Cerdas Berbasis Chip Snapdragon
Massa Ojol Ricuh di Makassar, Patroli Polisi Rusak Usai Penganiayaan Driver
Bareskrim dan FBI Petakan Ekosistem Kejahatan Siber dari Penjualan Skrip Phishing
Kemenpar Soroti Kompetensi Penjamah Makanan untuk Keamanan dan Daya Saing Wisata Kuliner