"Dapat bantuan telong kilo beras (tiga kilo beras), panen kami juga gagal. Ambyar, mulai tebar benih sampai sekarang enggak dapat apa-apa," ucapnya dengan nada prihatin.
Langkah Darurat dan Upaya Jangka Panjang
Merespons kondisi yang tak kunjung usai ini, Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Budi Irawan, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Dusun Meluke. Dalam kunjungannya, ia menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah-langkah kedaruratan guna mempercepat penyusutan air.
Rencana konkret yang akan segera diwujudkan adalah penambahan satu hingga dua unit pompa air berkapasitas besar. Selain upaya teknis tersebut, pemenuhan kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal bagi pengungsi tetap menjadi prioritas utama selama masa tanggap darurat.
Namun, di balik upaya darurat itu, terpendam harapan besar dari warga. Banjir yang telah berlangsung selama tiga bulan ini bukan hanya sekadar peristiwa, tetapi pengulangan tahunan yang menggerus kesabaran. Ada desakan kuat agar pemerintah di tingkat daerah, provinsi, hingga pusat dapat bersinergi lebih solid, tidak hanya menangani dampak, tetapi terutama mencari solusi permanen untuk mengakhiri siklus bencana yang terus berulang ini.
Artikel Terkait
PM Spanyol Serukan Penghentian Serangan terhadap Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon
Ledakan Diduga dari Pabrik di Sidoarjo Rusak Sejumlah Rumah Warga
PM Qatar Kecam Penargetan Infrastruktur Sipil di Tengah Eskalasi dengan Iran
KLH Jatuhkan Sanksi Administratif kepada 67 Perusahaan Pemicu Banjir di Tiga Provinsi