JAKARTA – Peringatan keras disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, kepada para pimpinan baru BPJS. Pelantikan yang berlangsung Jumat (20/2/2026) itu tak sekadar seremoni, melainkan jadi momen penegasan. Cak Imin, begitu ia akrab disapa, langsung menekankan soal tata kelola anggaran.
“Tidak boleh ada lagi pemborosan dan acara-acara seremonial,” tegasnya di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat.
Menurutnya, tata kelola dan manajemen risiko harus dijalankan secara profesional dan transparan. Titik.
Peringatan itu punya alasan kuat. Setiap tahun, negara menggelontorkan dana operasional untuk BPJS yang jumlahnya fantastis: lebih dari Rp 5 triliun. Angka yang tak main-main. “Setiap rupiah itu adalah amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab,” ucap Ketua Umum PKB itu lagi. Suaranya tegas, meninggalkan kesan mendalam di ruangan.
Maka, ia pun mengingatkan seluruh jajaran direksi dan dewan pengawas yang baru dilantik. Pengelolaan anggaran, kata dia, harus benar-benar sesuai koridor regulasi. “Pimpinan dan direksi baru serta dewan pengawas harus mengendalikan biaya operasional secara efisien dan dilaksanakan secara disiplin,” papar Cak Imin.
Di sisi lain, strategi investasi juga tak luput dari sorotan. Ia meminta agar prinsip kehati-hatian jadi yang utama, tapi tetap harus mampu mengambil manfaat maksimal. Tak cuma itu, pengawasan harus diperketat. “Pengawasan terhadap potensi fraud harus diperkuat,” imbuhnya, menyebut ancaman seperti klaim fiktif, manipulasi layanan, hingga penyalahgunaan kepesertaan.
Nah, berikut ini susunan direksi yang mendapat amanah besar tersebut. Untuk BPJS Ketenagakerjaan periode 2026-2031, Saiful Hidayat ditunjuk sebagai Direktur Utama. Didampingi Ihsanuddin, Harjono Siswanto, Agung Nugroho, Trisna Sonjaya, Eko Purnomo, dan Bambang Joko Sutarto sebagai direktur.
Sementara untuk BPJS Kesehatan periode yang sama, pucuk pimpinan dipegang Prihati Pujiwaskito. Di bawahnya, ada Abdi Kurniawan Purba, Akmal Budi Yulianto, Bayu Teja Muliawan, Fatih Waluyo Wahid, Setiaji, Vetty Yulianty Permanasari, dan Sutopo Patria Jati.
Mereka punya pekerjaan rumah yang jelas: mengemban amanah triliunan rupiah dengan integritas penuh. Tantangannya nyata, dan peringatan dari Cak Imin hari Jumat itu tentu akan terus bergaung di telinga mereka.
Artikel Terkait
Orang Tua ABK Terancam Hukuman Mati di Batam Mohon Pengampunan
Indonesia dan Malaysia Bentuk Satgas Khusus untuk Persiapan SEA Games 2027
Dukcapil DKI Jakarta Sesuaikan Jam Layanan Saat Ramadan 2026
Pemerintah Percepat Program Olahraga Nasional, Tambah Cabang Unggulan Jadi 21