MURIANETWORK.COM - Mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan optimisme terhadap peran Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) dalam upaya rekonstruksi Gaza, Palestina, pasca konflik. Dalam wawancara eksklusif, Trump menegaskan lembaga yang digagasnya itu akan berkolaborasi, bukan bersaing, dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Komitmen serupa datang dari Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang menyatakan kesiapan mengirimkan pasukan perdamaian untuk mendukung misi stabilisasi di wilayah tersebut.
Kolaborasi dengan PBB dan Fokus Rekonstruksi Gaza
Trump dengan tegas menyatakan bahwa Dewan Perdamaian tidak dimaksudkan untuk menggantikan atau menyaingi Dewan Keamanan PBB. Sebaliknya, ia menggambarkan hubungan antara kedua lembaga itu sebagai kemitraan yang saling melengkapi, khususnya dalam pekerjaan besar membangun kembali Gaza dari puing-puing. Fokusnya, menurut Trump, adalah perbaikan fisik yang nyata terhadap kerusakan parah yang terjadi.
"Saya ingin melihat bangunan-bangunan diperbaiki secara fisik, tidak terlihat rusak seperti itu. Kita tidak menyukai hal tersebut. Jadi, kita akan bekerja sama dengan PBB," jelasnya dalam program Metro Pagi Primetime Metro TV, Jumat, 20 Februari 2026.
Untuk mendukung kerja tersebut, Trump menyebutkan akan melibatkan sumber daya manusia yang mumpuni. Ia mengakui keberadaan tenaga ahli yang sudah ada di lapangan, namun menekankan pentingnya penambahan personel berkualitas ke dalam struktur Dewan Perdamaian.
"Kita akan menempatkan orang-orang yang sangat hebat, dan Anda pun sudah memiliki orang-orang yang sangat hebat di sana saat ini, tetapi kita akan menambahkan beberapa orang lagi ke dalamnya," tambah Trump.
Komitmen Indonesia: Pasukan Perdamaian dan Dukungan Penuh
Dari sisi Indonesia, Presiden Prabowo Subianto menyambut positif inisiatif ini dan menegaskan komitmen negaranya untuk berkontribusi secara nyata. Bantuan yang ditawarkan bukan hanya bersifat diplomatik, melainkan juga operasional, dengan kesiapan mengirimkan kontingen pasukan perdamaian dalam jumlah signifikan ke Semenanjung Gaza.
"Pencapaian gencatan senjata ini adalah nyata. Kami siap mengerahkan pasukan untuk berpartisipasi aktif dalam pasukan stabilisasi internasional demi mewujudkan perdamaian ini," tutur Prabowo.
Lebih jauh, Prabowo mengungkapkan keyakinannya terhadap rencana yang digulirkan Dewan Perdamaian, meski menyadari tantangan berat yang mungkin menghadang. Pernyataan ini mencerminkan dukungan strategis Indonesia terhadap kerangka perdamaian yang baru.
"Kami sepenuhnya setuju dan kami berkomitmen penuh terhadap rencana ini, dan itulah alasan mengapa kami bergabung dengan Dewan Perdamaian (Board of Peace). Kami berkomitmen terhadap keberhasilannya. Kami tahu akan ada banyak rintangan, akan ada banyak kesulitan, tetapi kami sangat optimis," ungkapnya.
Deklarasi dari kedua pemimpin ini mengindikasikan upaya konkret untuk mengalihkan fokus dari konflik ke fase pemulihan, meski kompleksitas situasi di lapangan tetap menjadi faktor penentu utama. Keberhasilan kolaborasi antara Dewan Perdamaian, PBB, dan negara-negara pendukung seperti Indonesia akan sangat bergantung pada dinamika politik dan keamanan di wilayah tersebut dalam bulan-bulan mendatang.
Artikel Terkait
ABK Indonesia Tewas dalam Kebakaran Kapal Pesiar Dekat Singapura
APBN 2026 Cairkan Rp200 Miliar untuk Bibit Perkebunan Petani Sultra
Imigrasi Jaksel Amankan 13 WNA yang Bekerja Ilegal di Balik Acara Celebrity Portrait
Impor 35.000 Kendaraan India untuk Proyek Desa Dipertanyakan, Industri Dalam Negeri Siap Penuhi Pesanan